Petuah Mbah Marijan Buat Golkar

Petuah Mbah Marijan Buat Golkar

- detikNews
Minggu, 15 Apr 2007 22:55 WIB
Yogyakarta - Pepatah bijak berbunyi, jangan lihat siapa yang menyampaikan tapi lihat apa yang disampaikan. Hal ini sepertinya tepat untuk menggambarkan penutupan Rapat Konsultasi Nasional Partai Golkar di Yogyakarta.Dalam acara Minggu (15/4/2007) petang Ketum Partai Golkar Jusuf Kalla mengundang khusus penjaga Gunung Merapi Mbah Marijan. Bahkan bintang iklan salah satu minuman suplemen itu didaulat untuk menyampaikan petuah kepada para pengurus DPP dan 33 Kepala DPD Golkar se-Indonesia.Berpakaian tradisional Jawa lengkap, beskap berwarna biru tua dan blangkon, lengkap dengan keris tersembul di pinggangnya, Mbah Marijan yang tidak terlihat muda lagi di usianya yang ke-80. Dia dituntun Ketua DPD Partai Golkar Yogyakarta Gandung Ismanto ke podium.Jalannya terbungkuk-bungkuk dimakan usia. Tapi dari wajahnya terpancar kebijakan seorang yang sangat berpengalaman. Sikap santun ditunjukkan Mbah Marijan selama bertemu Jusuf Kalla maupun di dalam ruang pertemuan. Sikap itu terutama ditujukan kepada Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X yang tak lain adalah "atasannya". Dengan bahasa Jawa halus, Mbah Marijan memulai petuahnya. Maklum, kakek dari 11 cucu itu tidak bisa berbahasa Indonesia. Sri Sultan atas perintah Kalla kebagian menerjemahkannya kepada seisi ruangan. "Selama ini saya masih bisa mengabdi kepada Kraton karena diberi kekuatan oleh Allah," ujar Mbah Marijan.Rupanya dia ingin memulai petuahnya dengan ungkapan rasa syukur terhadap Sang Pencipta. Dia pun meminta kepada seluruh bangsa agar selalu berdoa kepada Allah untuk meminta keselamatan.Dia kemudian bercerita, ketika Gunung Merapi kembali aktif beberapa waktu yang lalu, petugas selalu memperingatkan agar warga berhati-hati dan segera mengungsi. Mbah Marijan kemudian mengungkapkan sedikit rahasia kesaktiannya. "Cukup dengan saya mengucapkan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ke arah Gunung Merapi. Alhamdulillah Dusun Cangkringan aman," kata Sri Sultan menerjemahkan cerita Mbah Marijan.Sikap berjiwa sosial pun seakan menjadi petuah berikutnya dari mulut Mbah Marijan. Dia menuturkan ketika akan dibayar oleh produsen minuman suplemen bubuk, yang iklannya dibintangi bersama petinju Chris John, dia menolaknya."Kami sekeluarga, saya dan anak-anak saya tidak merasa kekurangan. Masyarakat dan Mesjid lebih membutuhkannya," kisahnya yang disambut tepukan tangan meriah seluruh peserta.Hanya sekitar 10 menit Mbah Marijan menyampaikan petuahnya. Ketika akan kembali ke tempat duduknya, beberapa Ketua DPD Golkar seperti Ali Mazi dari Sulawesi Tenggara, Fadel Muhammad dari Gorontalo dan beberapa peserta lainnya menyalami Mbah Marijan."Keteladannya tidak hanya menjadi contoh bagi Partai Golkar, tapi bagi seluruh bangsa," kata Kalla."Tak ada salahnya kita mengaca pada orang kecil," sahut Sri Sultan.Acara penutupan Rapat Konsultasi Nasional ditutup dengan penyampaian bantuan berupa uang dari Partai Golkar untuk masyarakat dan masjid di Cangkringan, tempat Mbah Marijan tinggal. (bal/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads