Terbang Inggris-Australia, Pilot Buta Miles Andalkan Telinga
Minggu, 15 Apr 2007 20:19 WIB
Jakarta - Tuna netra asal Inggris Miles Hilton melakukan penerbangan lintas benua dari Inggris ke Australia dan singgah di Indonesia. Dia benar-benar mengandalkan telinganya.Miles terbang dengan gantole bermesin yang disebut microlight. Misinya adalah menggalang dana bagi tuna netra di negara-negara berkembang."Pesannya untuk memotivasi para tuna netra dan orang cacat lain. Dia sendiri buta tapi bisa terbang dan orang tidak menyangka. Itu membuktikan cacat bukanlah halangan utama," ujar Ketua Pordirga Microlight Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Wunwun Mauludi, saat dihubungi detikcom, Minggu (15/4/2007).Menurut Wunwun, rahasia terbang Miles adalah telinganya. Dia memiliki transmiter yang diterjemahkan dengan suara elektronik. Mirip suara elektronik dari lift yang memberi tahu informasi lantai."Kalau dia heading 20 derajat, alatnya nanti mengkonfirmasi berapa derajat. Bila cocok, artinya arahnya benar," lanjutnya.Menurutnya FASI menggelar upacara penyambutan di udara saat Miles akan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma. "Kita jemput dengan 4 microlight di udara, lalu sama-sama ke Halim," ujarnya.Di Indonesia, lanjut Wunwun, Miles rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Bima dan Kupang. Dari Kupang, Miles akan terbang ke Darwin, Australia, negara tujuan akhir dari petualangannya.
(fay/fay)











































