Bencana Alam dan Alat Tua Sebabkan BBM TNI Boros
Minggu, 15 Apr 2007 11:10 WIB
Jakarta - Pemborosan dan ketidakefisienan pengelolaan bahan bakar minyak dan pelumas (BMP) di lingkungan TNI tahun 2005, tidak hanya disebabkan adanya bencana alam. Tapi juga akibat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) transportasi yang sudah tua."Karena pada waktu yang lalu, kita banyak kegiatan di luar program rutin. Jadi penggunaan itu sudah ditentukan, tapi ternyata ada kegiatan di luar program, ada bencana alam dan sebagainya. Kita kan melaksanakan itu juga," kata KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto di sela-sela Gerak Jalan HUT ke-43 Dharma Pertiwi, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (15/4/2007).Walau banyak BMP yang digunakan di luar program, lanjut KSAL, hal itu ada dalam laporannya dan bisa dipertanggungjawabkan. KSAL juga mengakui, pemborosan terjadi dalam penggunaan bahan bakar dan pelumas untuk peralatan transportasi, seperti kapal laut yang sudah tua."Penggunaan kapal itu setiap jam, setiap kapal dan mesinnya itu beda-beda. Mesin baru dan lama beda, itu berpengaruh, tidak hanya BBM-nya tapi olinya," jelasnya lagi.Untuk itu KSAL meminta kepada semua pihak untuk duduk bersama melihat persoalan tersebut secara mendalam dan detail. "Sebaiknya itu disampaikan setelah ada klarifikasi agar tidak ada kecurigaan. Kita juga tidak main-main dalam soal ini," tandasnya.Hal senada juga diungkapkan oleh KSAU Marsekal TNI Herman Prayitno. KSAU juga mengaku sudah mengecek laporan BPK tersebut kepada bawahannya. "Mudah-mudahan itu bukan karena salah mengelola. Saya tunggu Irjen AU dan staf logistik," kata Herman.Seperti diketahui, BPK dalam sidang paripurna DPR menyebutkan Dephan, TNI dan Polri tidak efisien dan boros dalam penggunaan BBM pada tahun 2004-2005. Bahkanutang BBM kepada PT Pertamina mencapai Rp 1,4 triliun.
(zal/nrl)











































