Berangkat Ke Jakarta, Korban Lumpur Kelabui Polisi
Sabtu, 14 Apr 2007 19:40 WIB
Surabaya - Strategi yang disusun warga korban lumpur yang berasal dari Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera I untuk berangkat berunjuk rasa ke Jakarta benar-benar jitu.Mereka berhasil mengelabui polisi yang menjaga ketat Stasiun Pasar Turi. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh penumpang, petugas hanya bisa menggagalkan satu warga saja yang kedapatan membawa identitas Kecamatan Tanggulangin, Sabtu (14/4/2007).Ashari, warga Blok E Perum Tas I ini diamankan petugas karena kedapatan membawa KTP yang berasal dari Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo serta membawa karcis kereta Kertajaya jurusan Jakarta.Saat dilakukan penggeledahan, Ashari tidak bisa mengelak lagi. Petugas pun menemukan kaos berwarna orange yang akan digunakan untuk berunjuk rasa.Sementara beberapa warga korban lumpur lainnya, berhasil berangkat dengan menggunakan Kereta Api Rajawali jurusan Semarang yang berangkat Pukul 14.15 Wib. Meski mengetahui mereka membawa KTP yang berasal dari daerah korban lumpur, petugas tidak bisa menghalangi mereka karena tujuan kepergian mereka ke Semarang."Sesampai di Semarang nanti, kita akan melanjutkan tujuan ke Jakarta dengan menumpang kereta dari Semarang," ungkap salah seorang warga yang enggan disebut namanya.Sementara itu, Kapolsek Bubutan AKP Riswandi saat ditemui wartawan di halaman Stasiun Pasar Turi mengelak kalau operasi yang mengerahkan petugas sebanyak 80 personil ini untuk men-sweeping warga Perum Tas yang akan berangkat ke Jakarta."Kita tidak melakukan sweeping. Ini hanya operasi multisasaran," tegas Riswandi.
(bdh/mly)











































