Carrefour dan Keluarga Suoth Dijadwalkan Bertemu Pekan Depan
Sabtu, 14 Apr 2007 18:31 WIB
Jakarta - Sejak insiden tewasnya Andrew Given Suoth (3) pada 8 April lalu, manajemen Carrefour belum pernah secara formal bertemu orangtua Andrew, Deddy Suoth. Pengacara keluarga Suoth akan mengatur pertemuan itu pekan depan."Kita akan atur pertemuan. Selama ini belum ada, pekan depan akan kita pertemukan," ungkap pengacara keluarga Suoth, Edward Idroes, kepada detikcom, Sabtu (14/4/2007).Edward mengungkapkan lagi kekecewaannya dengan sikap Carrefour yang tidak merespons positif kasus yang menimpa kliennya. "Perusahaan sebesar itu, yang punya multibisnis, masak seperti itu," cetus Edward.Mengenai keberatan keluarga Suoth mengotopsi jasad Andrew yang tewas tertimpa rak mainan di Carrefour Mangga Dua Square, Edward memakluminya."Sejak awal Deddy memang sudah keberatan dengan otopsi. Itu hak dia sebagai bapak. Secara psikologis dia tidak sampai hati tubuh anaknya, kasarnya, dibelah-belah," tutur Edward.Meski begitu, keluarga berharap aparat tetap mengungkap kasus ini secara maksimal dan profesional. "Kita serahkan kepada polisi agar proses hukum berjalan maksimal," katanya.Sebab upaya keluarga meneruskan kasus ini lewat jalur hukum, bukan bertujuan untuk menuntut materi. Tetapi semata-mata untuk mengetuk hati dan meminta pertanggungjawaban Carrefour agar kelalaian yang menyebabkan kematian tidak terjadi lagi di kemudian hari."Dari semula saya sudah membahas dengan Kanit Reskrim Polsek Pademangan Iptu Ali Zusron soal rentut (rencana tuntutan). Kita tekankan soal kelalaian, karena ada hal-hal yang tampaknya lupa diperhatikan," tutur dia.Edward mengaku saat ini pihaknya juga tengah berkonsultasi dengan Komnas Perlindungan Anak dan YLKI. "Dengan Komnas tentu menyangkut perlindungan anak. Untuk YLKI terkait prosedur tanggap darurat pada pengunjung," tuturnya.
(umi/sss)











































