Sarlito Wirawan: Kekerasan Tak Hanya Terjadi di IPDN

Sarlito Wirawan: Kekerasan Tak Hanya Terjadi di IPDN

- detikNews
Sabtu, 14 Apr 2007 15:03 WIB
Jakarta - Kekerasan di lembaga pendidikan diyakini tidak hanya terjadi di IPDN. Kasus serupa diduga juga terjadi di sekolah kedinasan milik pemerintah lainnya. Bahkan di sekolah swasta sekalipun. "Kekerasan di IPDN terus berulang karena standard operation procedure (SOP)-nya tidak dilaksanakan dengan benar dan kurang efektifnya pengawasan dosen," kata Prof DR Sarlito Wirawan, guru besar Fakultas Psikologi UI dalam diskusi bertajuk "Stop! Premanisme Pendidikan Kedinasan" di Mario's Place, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (14/4/2007).Jumlah dosen di IPDN, imbuh Sarlito, tidak sesuai dengan jumlah mahasiswanya. "Tidak ada pengawasan dari dosen secara efektif. Jumlah dosen 88 orang, sementara ada 4.000-an mahasiswa. Jumlahnya tidak sebanding," kata Sarlito.Tradisi kekerasan di Indonesia, kata dia, sudah turun-temurun dan bukan saja terjadi di sekolah kedinasan. "Makanya rantai kekerasan harus diputus dan penghentian kekerasan tidak di IPDN saja," tukas Sarlito. Terkait kasus kekerasan di IPDN yang telah ditangani pihak berwenang, dia mengusulkan, sebaiknya penanganan kasus tersebut berdasarkan pada fakta yang ada. "Tidak boleh emosional, harus obyektif dan memandang secara realita," ujarnya.Sarlito mengatakan, evaluasi di IPDN harus dilakukan secara konsisten agar kasus ini tidak terulang kembali. "IPDN tidak perlu dibubarkan tapi harus dibentuk dengan format lain," tutur Sarlito. (mar/umi)


Berita Terkait