Pertamina Sesalkan Pemblokiran Stasiun Gas di Sidoarjo

Pertamina Sesalkan Pemblokiran Stasiun Gas di Sidoarjo

- detikNews
Sabtu, 14 Apr 2007 12:32 WIB
Sidoarjo - PT Pertamina menyesalkan unjuk rasa warga Desa Keboguyang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, yang memblokir akses menuju stasiun transmisi gas di Desa Permisan.Menurut Pertamina, rusaknya jalan desa bukan disebabkan truk-truk miliknya."Kita merespons tuntutan warga. Kita penuhi tuntutan warga untuk memperbaiki jalan masuk desa," kata Pengawas Pipa Gas Pertamina Benny saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/4/2007).Menurut Benny, pihaknya beberapa waktu yang lalu bersama Yon Zipur melakukan perbaikan jalan desa yang rusak ketika musim hujan terjadi."Apa yang dituntut warga sudah kita penuhi. Jika kita diminta membuat jalan mulus, kita sudah melangkahi kebijakan pemkab dong," ujarnya.Padahal, kata Benny, tidak semua mobil yang masuk ke wilayah Desa Keboguyang adalah milik Pertamina. Mobil Pertamina yang melintasi kawasan tersebut adalah jenis mobil yang relatif ringan seperti Toyota Innova. Namun warga tidak mau tahu dengan hal tersebut."Karena kita sering bolak-balik di kawasan tersebut, warga kira, kita yang merusak jalan tersebut. Padahal truk-truk pengangkut sirtu untuk penanggulan lumpur juga sering lewat di kawasan tersebut," cetusnya.Menyusul adanya aksi pemblokiran, Benny sangat menyesalkannya. Beberapa petugas Pertamina yang masuk ke kawasan tersebut diperlakukan dengan tidak pantas. Jika ada mobil Pertamina terlihat masuk kawasan tersebut, langsung diberhentikan warga dan tidak diizinkan lewat."Petugas kita yang ada di stasiun transmisi tidak diizinkan keluar. Masa kita dikejar-kejar seperti anjing," ujarnya.Pihaknya, kata Benny, sudah meminta bantuan pada polisi setempat untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Tapi polisi katanya tidak bisa juga bisa membantu. Dan rencananya pimpinan Pertamina pusat akan datang ke Jawa Timur untuk berdialog dengan warga.Kapan? "Rencananya Senin nanti, pimpinan kita mau datang," terangnya. Lebih lanjut ia mengatakan, sejak tahun 1993, pipa gas Pertamina melewati kawasan tersebut, dan tidak ada masalah. Warga selama ini, menurutnya, cukup kooperatif."Baru-baru sekarang warga seperti ini. Warga mulai seperti ini sejak lumpur masuk," kata Benny. (gik/sss)


Berita Terkait