Polisi Diminta Memahami Keberatan Keluarga Bongkar Makam Andrew

Polisi Diminta Memahami Keberatan Keluarga Bongkar Makam Andrew

- detikNews
Sabtu, 14 Apr 2007 10:39 WIB
Jakarta - Polsek Pademangan mengaku kesulitan mengungkap kasus tewasnya Andrew Given Suoth (3) karena keluarga menolak membongkar makam Andrew. Pihak keluarga meminta polisi memahami hal itu."Pasti (keberatan), kami tidak mau sampai dibongkar, tidak mau!" tolak Remy Suoth, paman Andrew, saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/4/2007).Apalagi, imbuh Remy, Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan, anak di bawah 5 tahun untuk kasus seperti Andrew tidak perlu diotopsi, cukup visum luar saja."Polisi harus memahami supaya hal ini bisa jalan terus. Pasti ada cara lain, tapi kalau mau bongkar tidak bisa. Kami tidak mau, tidak tega," tutur Remy.Sebelumnya Kapolsek Pademangan Kompol Widjanarko mengatakan, otopsi dalam diperlukan untuk memperkuat keterangan saksi yang masih lemah. Polisi khawatir, jika berkas itu dilimpahkan ke jaksa, jaksa akan mengembalikannya lagi.Polisi mengarahkan kasus ini ke pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian. Namun polisi khawatir pasal ini akan menjadi bumerang bagi keluarga Andrew, karena Carrefour bisa menuduh balik hal yang sama dengan alasan di setiap troli sudah dipasang stiker yang mengingatkan agar orangtua mengawasi anak-anaknya.Menanggapi kemungkinan Carrefour menuntut balik, Remy balik bertanya, "Kelalaian? Kelalaian bagaimana? Masuk akal nggak anak usia 3,5 tahun merobohkan rak. Kalau orang dewasa yang melakukannya mungkin bisa diterima."Padahal, imbuh Remy, pihak keluarga tidak menuntut ganti rugi materi atas insiden itu. "Kita hanya ingin Carrefour bertanggung jawab. Saat peristiwa terjadi, tidak ada tindakan sama sekali. Hanya itu! Tapi kan YLKI dan Komnas Perlindungan Anak juga komentar atas kasus ini," tegasnya.Andrew Given Suoth tewas tertimpa rak mainan di Carrefour Mangga Dua Square pada 8 April lalu. (umi/sss)


Berita Terkait