Aiptu Asep Didor Saat Menodongkan Pistol ke Toko ABC
Jumat, 13 Apr 2007 14:41 WIB
Bandung -
Mendengar perampok sadis beraksi, Kanit Intelkam Polsek Astanaanyar Aiptu Asep Widarsa langsung mendatangi toko emas ABC. Asep langsung menodongkan senjata. Dia pun ditembak dan terjungkal. Dorrr!Asep yang bergegas turun dari mobil patroli dan berjalan ke arah toko emas ABC di Jalan Terusan Pasir Koja, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 12 April 2007."Pak Asep saya lihat nodongin senjata ke dalam toko. Saya tidak tahu dia sempat mengeluarkan tembakan atau tidak. Tiba-tiba dia roboh. Tangannya juga kayaknya ketembak," kata korban tembak, Undang kepada detikcom di RS Immanuel, Bandung, Jumat (13/4/2007).Menurut Undang, Asep kemungkinan tidak tahu ada komplotan yang berjaga-jaga di luar toko emas ABC."Padahal di luar yang lebih bahaya, mungkin dia kena tembakan oleh perampok yang menggunakan jas hujan," ujar pria yang juga pedagang kopi ini.Saksi mata lain, Dikdik (29) mengatakan, Asep ditembak di bagian dada dan terjungkal."Saya nggak tahu apakah dia sempat mengeluarkan tembakan atau belum," kata Dikdik yang saat kejadian tengah minum kopi di kedai dekat toko emas ABC ini.Dikdik pun melihat ada 2 orang berjas hujan warna biru, memakai slayer berjaga-jaga di depan toko emas ABC."Saya mendengar 2 kali tembakan, saya tidak tahu asalnya dari mana. Saya lihat ibu-ibu tukang botol lari, saya langsung tiarap. Terdengar suara 'bubar, bubar' dan langsung terdengar rentetan tembakan. Peristiwa berlangsung 20 menit," beber dia.Dikdik juga melihat polisi datang dengan mengendarai motor dan mobil. "Perampok langsung menembaki polisi," kata dia.TaufikSaat perampok sadis beraksi, M Taufik Iskandar sedang duduk-duduk di trotoar depan toko emas ABC.Pria yang hendak tunangan ini pun langsung ditodong pistol oleh pria misterius yang menyusul turun dari sepeda motor.Taufik tampak ketakutan dan bergerak-gerak. Saat Taufik hendak bangkit dari duduk, tiba-tiba si pria langsung menembak ke kepala Taufik. Dorrr!"Saya langsung lari ke dalam gang," kata saksi mata Sofa'at.Setelah itu terdengar rentetan tembakan. "Saya lihat Taufik meregang nyawa dan terdengar suara 'bubar, bubar'," lanjut Sofa'at yang telah dimintai keterangan hingga Jumat pagi ini.
(aan/sss)










































