Peluru Perampok ABC Menembus Lutut Unang, Ember pun Bolong

Peluru Perampok ABC Menembus Lutut Unang, Ember pun Bolong

- detikNews
Jumat, 13 Apr 2007 10:50 WIB
Bandung - Unang Ahmad Demiyati berlari-lari sambil mengerang kesakitan. Kakinya pincang. Lututnya berdarah-darah. Peluru yang muntah dari senjata semi otomatis perampok toko emas ABC telah menembus lututnya. Setelah itu peluru juga menembus ember hingga bolong. Memprihatinkan! Unang, hanyalah seorang pedagang kopi dan gorengan yang memiliki kedai kecil di dekat toko emas ABC di Jl. Terusan Pasir Koja, Bandung. Hingga Jumat (13/4/2007), Unang masih dirawat di RS Immanuel. Istri Unang, Ny Sri Murni, masih tampak bersedih atas nasib yang menimpa suaminya. Apalagi, saat ini Sri masih bingung bagaimana cara membayar biaya perawatan suaminya. "Saya tidak punya uang, semoga ada yang bantu," kata Sri Murni, saat ditemui detikcom di kedainya.Murni menceritakan kronologi bagaimana suaminya bisa terkena tembakan perampok. Saat itu, sekitar pukul 18.15 WIB, Kamis (12/4/2007), Unang pulang dulu ke rumahnya untuk menunaikan salat magrib. Jarak rumah Unang dengan kedai hanya sekitar 50 meter. Rumahnya berada di gang kecil."Bapak ingin salat dan kebetulan bapak juga sedang diare. Jadi, bapak pulang ke rumah, saya yang jaga kedai," tutut Sri Murni. Tak berapa lama kemudian, Unang kembali ke kedai. "Baru beberapa menit di warung, tiba-tiba datang para perampok menggunakan sepeda motor. Perampok itu kemudian menembak berkali-kali," kata Sri. Setelah ada tembakan, Unang meminta Sri untuk pulang ke rumah saja. Unang yang jaga warung. Tapi, setelah Sri tiba di rumahnya, tiba-tiba Unang juga ikut pulang ke rumah sambil teriak-teriak minta tolong. Kakinya berdarah. "Lutut bapak tembus terkena peluru. Bahkan, setelah mengenai lutut, peluru juga menembus ember di warung hingga bocor," jelas dia. Jelas, saat itu Sri Murni langsung shock melihat suaminya tertembak. Dia menangis dan meminta tolong kepada warga. Lantas, oleh warga, Unang yang sudah banyak mengeluarkan darah itu pun dibawa warga ke Polsek Astana Anyar, kemudian dilarikan ke RS Immanuel. (asy/nrl)


Berita Terkait