Diketahui, Renan (5) terjatuh ke dalam sumur saat sedang bermain bola di sekitar Masjid Fatimah desa setempat. Bola terlempar dan tersangkut di pohon dekat sumur tersebut. Renan pun mencoba menaiki tutup sumur yang terbuat dari asbes dan seng. Malangnya, setelah kaki kirinya menginjak tutup sumur, ia terjatuh ke dalam sumur.
"Renan terjatuh setelah kaki kirinya menginjak tutup sumur itu," ungkap Hanif, orang tua Renan dalam keterangannya, Selasa (3/12/2024).
Saat itu, Hanif mengaku segera menghubungi Call Center 112 untuk meminta bantuan, yang direspons cepat oleh tim darurat.
"Kami sangat mengapresiasi tim Call Center 112 yang telah menunjukkan kecepatan dan profesionalisme dalam menangani kejadian ini. Dalam waktu kurang dari 20 menit, petugas sudah tiba di lokasi dan berhasil mengevakuasi anak kami dengan aman," kata Hanif.
Sementara itu Fauzi mengungkapkan pembentukan Tim Call Center 112 bertujuan untuk memberikan akses yang cepat dan mudah bagi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Tim ini bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, dan dinas terkait lainnya, untuk memastikan penanganan yang efisien dan efektif.
"Tim Call Center 112 ini memang dirancang untuk memberikan respons cepat dalam berbagai situasi darurat. Kejadian ini membuktikan bahwa sistem yang kami bangun dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat," ujar Fauzi.
Sebelumnya, tim Call Center 112 juga telah berhasil menangani banyak kasus darurat lainnya, mulai dari kebakaran hingga kerusakan bangunan, dengan waktu respons yang semakin baik berkat sistem yang terus disempurnakan.
Fauzi berharap kehadiran Call Center 112 dapat terus memberikan bantuan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi darurat, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Kabupaten Sumenep. (ega/ega)











































