Akan Tukar Cincin Tunangan, Taufik Tewas Didor Perampok

Akan Tukar Cincin Tunangan, Taufik Tewas Didor Perampok

- detikNews
Jumat, 13 Apr 2007 00:08 WIB
Bandung - Tawa dan air mata memang tak lepas dari kehidupan manusia. Cincin tunangan itu pun urung melekat di jari M Taufik. Pemuda itu tewas, tiga hari menjelang pertunangannya.Taufik adalah korban penembakan perampok di Toko Emas ABC. Timah panas yang menembus kepalanya mengantarkan dia pada maut."Seharusnya tanggal 15 April, dia tunangan. Sebenarnya, dia sudah membeli cincin di Toko Emas ABC pukul 16.30 bersama Amel (kekasih Taufik), tapi setelah maghrib dia balik lagi," ujar bibi Taufik, Emi Puspitawati (40).Hal itu disampaikan Emi kepada detikcom di rumah duka yang berada di Jl Siti Munigar, Gang Adikacih Tengah 28 Rt 06/ RW 02, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Bandung Barat, Kamis (12/4/2007).Emi menuturkan, Taufik dan Amel (22) menukarkan cincin, lantaran cincin yang baru saja dibeli ada batunya (mata). Yayah (70) yang merupakan nenek Taufik pun menegur."Kalau cincin tunangan mah harus yang polos, jangan ada matanya. Nanti matak (ada sesuatu jelek di kemudian hari)," kata Emi menirukan Yayah.Karena itu, selepas Maghrib, Taufik bersama Amel kembali lagi ke Toko Emas ABC di Jl Terusan Pasir Koja nomor 106, Bandung, dengan mengendarai motor.Pada saat mereka sedang menunggu tanda bukti pembayaran, tiba-tiba terdengar tembakan dari luar. Mendengar bunyi itu, Taufik pun keluar. Namun naas, pemuda itu malah tertembak di kepalanya.Satu tembakan menembus pelipisnya. Dan satu tembakan lagi bersarang di kepalanya. Taufik roboh.Dengan perasaan kacau, Amel kembali ke rumah Taufik dengan menggunakan becak. Perempuan itu memberi tahu keluarga Taufik atas peristiwa tersebut.Keluarga pun histeris. Mereka hanya bisa menunggu kedatangan jenazah Taufik yang masih diotopsi RS Hasan Sadikin Bandung.Orangtua Taufik, Eti dan Endang, duduk terdiam dengan mata kosong. Sedangkan Amel pun hanya bisa menunduk dengan balutan jilbab hitam di kepalanya. Tak ada kata.Pukul 23.30 WIB, rumah duka semakin ramai. Tetangga, kerabat, dan rekan Taufik terus berdatangan menunggu kedatangan si jenazah.Taufik adalah anak kedua pasangan Endang dan Eti. Pemuda itu memiliki dua kakak yang lahir kembar. Taufik adalah PNS Dinas Pasar Kabupaten Bandung. Saat ini, dia masih kuliah di Universitas Nurtanio. (nvt/ziz)


Berita Terkait