Pemprov DKI Akan Rilis Taksi Berbahan Bakar Gas

Pemprov DKI Akan Rilis Taksi Berbahan Bakar Gas

- detikNews
Kamis, 12 Apr 2007 20:14 WIB
Jakarta - Kepadatan jumlah kendaraan berbahan bakar minyak di ibukota Jakarta memicu tingginya tingkat polusi udara. Ribuan angkutan umum yang beredar setiap hari dinilai turut 'menyumbang' parahnya polusi."Jumlah taksi di Jakarta saja sudah ribuan unit. Jadi bisa dibayangkan dampak pencemaran udara di sini," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai bertemu delegasi PT Itochu Indonesia di Balaikota, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2007).Untuk menekan tingkat polusi, menurut Fauzi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengeluarkan kebijakan dengan merilis angkutan taksi berbahan bakar gas.Fauzi optimistis rencana tersebut dapat terealisasi. Sebab saat ini Pemprov DKI tengah menjajaki kerjasama dengan sebuah perusahaan asalJepang, PT Itochu Indonesia.Menurut Fauzi, Itochu bersedia menyuplai kebutuhan gas bagi kendaraan taksi. "Kami masih menunggu hasil pembicaraan perusahaan ini dengan Pertamina," ujar cagub DKI ini.Keharusan taksi menggunakan bahan bakar gas, lanjut Fauzi, sebetulnya sudah ditegaskan dalam peraturan daerah yakni sebesar 20 persen. "Tapi tidak bisadirealisasikan karena masalah teknis saja," imbuhnya.Sementara itu perwakilan Itochu, Yosua Ischimura, menuturkan jenis gas yang hendak dijual adalah Liquified Petroleum Gas (LPG). Gas jenis ini, kata Yosua, lebih efisien dan ramah lingkungan."Sedang bahan bakar gas yang dipakai selama ini berjenis CNG, biasa dipakai untuk kendaraan bermesin besar seperti busway," ujarnya.Hanya saja, tambah dia, harga gas LPG lebih mahal Rp 3.800 per liter dari pada CNG Rp 3.200 per liter. Direncanakan, lanjut dia, Agustus tahun ini akan direalisasikan.Untuk tahap awal, tambah Yosua, akan dibangun enam stasiun pengisian bahan bakar gas LPG di Jakarta. "Setiap tahun akan terus bertambah seiring pertambahan taksi," tandasnya. (mar/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads