Usai Membunuh Pedagang Tepung, Achmad Suprapto Puas
Kamis, 12 Apr 2007 18:44 WIB
Sidoarjo - Usai membunuh pedagang tepung Tjio Tio Tie (66) di Pasar Larangan Sidoarjo, Achmad Suprapto (46) sama sekali tidak menyesal sedikit pun. Bahkan ia mengaku puas.Pria yang sehari-hari sebagai abang becak ini ini diduga kuat menderita gangguan jiwa. Bahkan saat digelandang ke Mapolsek Candi, Suprapto berkali-kali mengaku puas."Puas..puas Saya puas. Saya tidak menyesal," kata Kapolsek Candi AKP Sutriswoko menirukan kalimat yang meluncur dari mulut pelaku."Pelaku merupakan orang tidak waras dan hal itu juga sudah diakui oleh kepala desanya di desa Sawocangkring, Wonoayu. Pelaku bicaranya ngelantur dan tidak memiliki motif sama sekali," kata Kapolsek kepada detikcom, Kamis (12/4/2007).Ia menjelaskan, pelaku seringkali berbuat onar dan melakukan penganiayaan. Bahkan beberapa tahun yang lalu, orangtunya juga pernah akan dibunuh. Namun orangtuanya yang sudah tua tersebut berhasil diselamatkan oleh warga. Atas kejadian tersebut pelaku langsung dipasung di desanya. Namun pelaku berhasil lolos dan membuat onar lagi di desanya. "Rupanya warga merasa terancam jiwanya dan mengusir pelaku. Hingga akhirnya, pelaku menjadi tukang becak di pasar Larangan," tambahnya.Pelaku akan semakin beringas jika melihat atau bertemu bertemu dengan orang yang dibencinya. Polisi, lanjut Kapolsek, akan membawa pelaku ke RS Jiwa Menur Surabaya untuk dilakukan perawatan dan pemeriksaan.Seperti diberitakan, Tjio Tio Tie (66), pedagang tepung di Pasar Larangan Sidoarjo ditikam oleh Achmad Suprapto (46), Kamis (12/4/2007) pagi. Ia menikam dada korban dengan pisau sebanyak 4 kali.
(gik/asy)











































