Pemuda Muhammadiyah & Ansor Inginkan Cagub DKI Alternatif

Pemuda Muhammadiyah & Ansor Inginkan Cagub DKI Alternatif

- detikNews
Kamis, 12 Apr 2007 14:08 WIB
Jakarta - Menjelang Pilkada DKI Jakarta, manuver politik tidak hanya dilakukan oleh parpol. Organisasi kepemudaan pun melakukan hal yang sama.Dua organisasi kepemudaan dari dua organisasi besar Islam di Indonesia, yakni Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor menyerukan adanya calon alternatif selain dari dua calon resmi yang ada saat ini, yakni Fauzi Bowo alias Foke dan Adang Daradjatun."Berdasarkan hasil penyerapan aspirasi konstituen di bawah Muhammadiyah dan NU, kami menginginkan adanya cagub alternatif di luar calon yang ada," kata Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Yahya Abdul Habib dalam jumpa pers di restoran Sederhana, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.Yahya menilai, terbatasnya pilihan masyarakat hanya pada dua calon, yakni Foke dan Adang, bisa meningkatkan angka golongan putih (golput) pada pilkada mendatang.Dia menyesalkan sikap elit-elit parpol yang hanya membatasi pada dua calon. "Katanya Jakarta ini gudangnya orang cerdas dan orang pintar. Kenapa cuma dua?" tanya Yahya.Hal yang sama disampaikan juga oleh Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, Zaenal Abidin. Menurutnya, partai-partai politik yang mengusung calon wagub dan cawagub hanya mempertontonkan political power yang tidak lebih dari sekadar politik dagang sapi. "Dengan dibatasi dua cagub, bisa mematikan demokrasi," tutur Zaenal."Seharusnya ada tiga, empat atau lima pasang calon untuk memberikan pilihan obyektif kepada masyarakat. Jika di daerah saja bisa lebih dari dua calon, kenapa di DKI tidak bisa," cetusnya.Kedua organisasi ini tidak mendeklarasikan mendukung salah satu calon. Namun GP Ansor memiliki afiliasi langsung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sedangkan Muhammadiyah berafilisasi tidak langsung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Kedua parpol ini tengah menggalang kekuatan untuk mengusung calon alternatif. Nama yang telah menguat dari kedua partai ini adalah Sarwono Kusumaatmadja. (mar/sss)


Berita Terkait