Ramos Horta Minta Penghitungan Ulang Pilpres Timor Leste
Kamis, 12 Apr 2007 13:32 WIB
Dili - Kandidat presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta meminta digelar penghitungan ulang hasil pemilihan presiden (pilpres) yang digelar 9 April lalu. Peraih Nobel itu juga meminta PBB menjelaskan mengapa 30 persen pemilih tidak menggunakan hak suaranya."Sepertinya paling sedikit 30 persen pemilih tidak memilih," kata Perdana Menteri Timor Leste itu kepada para wartawan di Dili. "Kenapa? Saya tidak tahu. Harus ada investigasi," ujar Horta yang masuk ke putaran kedua pemilihan presiden. "Saya minta PBB menjelaskan ini," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (12/4/2007).Putaran kedua pemilihan presiden Timor Leste akan digelar pada 8 Mei mendatang. Horta akan berhadapan dengan kandidat partai berkuasa Fretilin, Francisco Guterres. Para pengamat internasional menyebut pilpres Timor Leste telah berlangsung terbuka, tertib dan damai.Namun Horta mempertanyakan kenapa lebih dari 150 ribu orang tidak memilih dari sekitar 520 ribu pemilih yang terdaftar. "Apakah mereka diintimidasi atau cuma tidak datang?" tanya Horta. "Saya pikir harus ada penghitungan ulang," tuturnya. Menurut Horta, ada beberapa kotak suara di Dili yang ditemukan tadi malam dan belum dihitung.Sebelumnya, lima kandidat yang kalah juga telah mendesak adanya penghitungan ulang. Pilpres ini diramaikan oleh 8 calon yang bertarung untuk menggantikan Presiden Xanana Gusmao yang tidak lagi mencalonkan dirinya.Komisi pemilihan nasional mengumumkan, Guterres mengumpulkan 28,79 persen suara sedangkan Horta berada di urutan kedua dengan perolehan 22,6 persen suara.
(ita/nrl)











































