Ortu Cliff Interogasi Praja IPDN dengan Bibir Bergetar
Kamis, 12 Apr 2007 12:32 WIB
Sumedang - Praja-praja IPDN memilih mengunci rapat mulutnya saat Wakil Presiden Jusuf Kalla bertanya mengenai peristiwa yang menewaskan Cliff Muntu akhir pekan lalu. Namun di depan orang tua Cliff, seorang praja mau membagi informasi.Awalnya dua nindya praja (praja tingkat III, kakak tingkat Cliff-red) Billy WS Wowiling dan I Gusti Ngurah Krisna sempat 'diinterogasi' anggota DPR yang sedang mengunjungi kampus IPDN di Jalan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (12/3/2007). Namun keduanya enggan menjawab. Didesak berkali-kali, mereka tetap mengaku tidak tahu. "Siap Pak, saya tidak tahu," jawab Billy singkat.Tak berselang lama, kedua orang tua Cliff, Noldy Muntu dan Sherly Rondonuwu, datang dan ikut bertanya. Setelah didesak, akhirnya Billy mau bercerita mengenai kejadian malam 2 April sebelum Cliff ditemukan tewas di barak DKI."Kamu berbicara pakai hati nurani. Saya kenal baik dengan bapak kamu. Saya tahu di sini ada sindikat, kamu jangan berbohong. Kamu lebih takut pada senior atau Presiden," kata Noldy sambil menunjuk wajah Billy dan Gusti."Anak saya sering cerita, setelah pukul 24.00 WIB selalu ada yang macam-macam.Saya tahu di sini ada kekerasan. Saya tidak salahkan kamu, saya tidak akan dendam tapi hati nurani itu perlu," lanjut Noldy.Mendengar itu, Billy pun akhirnya bersuara. "Saya tidak tahu kejadian itu, karena saya sedang tidur. Tapi memang terdengar suara ramai di belakang. Lalu saya mendengar ada suara yang membentur tembok setelah kasus ini terungkap, mungkin saya duga itu suara Cliff. Setelah itu ribut, lalu saya terbangun saya lihat Cliff pingsan saya tanya ke praja yang ada di sana, ada apa ini. Itu adik saya," cerita Billy dengan wajah pucat."Kamu lihat luka nggak," tanya ayah Cliff dengan bibir bergetar."Siap Pak, tidak. Kepalanya tidak terlihat luka. Saya inisiatif memanggil satu madya dan dua nindya untuk dibawa ke klinik sakit asrama. Salah satu tersangka ada yang ikut mengantar," ujar Billy.Melihat Billy dan Gusti ketakutan, ayah Cliff pun berhenti menginterogasi. Mereka meninggalkan keduanya untuk melakukan pertemuan dengan anggota DPR dan 50 praja IPDN di ruang rektorat.
(ken/nrl)











































