Pembawa Narkoba & Polisi 'Adu Tembak' di Teluk Jakarta
Kamis, 12 Apr 2007 11:08 WIB
Jakarta -
Kapal roro berbendera asing memasuki perairan Teluk Jakarta tanpa izin. 4 Heli dan 10 kapal patroli pun dikerahkan mengejarnya. Adu tembak pun terjadi. Kapal itu ternyata membawa 30 kilogram narkoba. Dorrr..Dorrr...!Kapal asing yang ditumpangi 30 ABK langsung dikejar 1 unit kapal patroli dengan berkekuatan 10 personel Polair yang lengkap dengan senjata. Sementara kapal patroli lainnya tampak mengepung.2 Kapal itu pun berhadapan. 10 ABK yang menenteng senjata tampak berjejer di dek kapal. Sedangkan 20 ABK lainnya terjun ke laut guna mengacaukan konsentrasi aparat.ABK dan personel Polair pun berhadap-hadapan dan terlibat adu tembak. Peluru pun dimuntahkan bergantian oleh dua kubu itu. Dorrr...dorrr...!Tiga ABK terkena tembakan dan terluka.1 Heli dikirim membawa bantuan. Dua Anjing pelacak jenis labrador dan nabrador bernama Bento dan Ringgo, diterjunkan. Bento dan Ringgo lengkap dengan pawangnya pun turun ke atas kapal asing itu guna mengendus bahan peledak dan narkoba yang diduga ada di atas kapal.Selain itu, 1 heli dikerahkan guna mengevakuasi 20 ABK yang nyemplung ke laut. Personel Polair berpakaian renang warna hitam tampak sibuk mengamankan ABK dan mengangkatnya ke atas heli. Sedangkan 1 heli lagi tampak berputar-putar di atas kapal asing itu.Penyergapan pun berhasil 30 ABK berikut barang bukti berupa 30 kilogram narkoba diamankan di pangkalan Polair. Sukses!Itulah cuplikan adegan dalam latihan penanggulangan antinarkoba, illegal logging yang digelar Badan Pembinaan Keamanan Mabes Polri di perairan Teluk Jakarta, Kamis (12/4/2007). Acara ini disaksikan Kapolri Jenderal Pol Sutanto.Kapolri menonton dari Kapal Baladewa 521 yang berjarak 50 meter dari lokasi. Dia mengamati dengan menggunakan teropong dan terlihat tersenyum puas."Wilayah kedaulatan kita 70 persen air. Kita harus belajar menjaga kedaulatan karena ancaman kapal asing masih sangat besar, kita kerjasama dengan Departemen Kelautan untuk antisipasi illegal logging maupun illegal fishing. Informasi itu akan kita teruskan dengan penyergapan yang diperagakan tadi," terang dia.
(aan/nrl)










































