Diduga Diselewengkan, Dana Penderita AIDS Tetap Dikucurkan

Diduga Diselewengkan, Dana Penderita AIDS Tetap Dikucurkan

- detikNews
Rabu, 11 Apr 2007 17:23 WIB
Jakarta - Indonesia akan tetap menerima kucuran dana hibah untuk menangani masalah AIDS, TBC, dan malaria, meski kucuran dana dari Global Fund sebesar Rp 5 miliar diduga tidak bisa dipertanggungjawabkan."Dana itu akan tetap dikucurkan," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (11/4/2007).Global Fund adalah lembaga yang memberikan hibah ke negara-negara yang berkutat dengan masalah AIDS, TBC, dan malaria. Indonesia, melalui Departemen Kesehatan (Depkes), telah menerima bantuan sejak 2003 dengan total dana US$ 200 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun.Depkes membagikan dana itu ke sejumlah pihak, seperti Komisi Penanggulangan AIDS atau lembaga swadaya masyarakat yang mengajukan proposal.Berdasarkan hasil audit Price Waterhouse Cooper (PWC), ditemukan indikasi penyelewengan dana sebesar Rp 5 miliar. Sehingga, sejak pertengahan Maret 2007, Global Fund tidak lagi mencairkan dana tersebut.Mengenai temuan PWC itu, Menkes membantahnya. Menurutnya, yang terjadi hanyalah konflik antara eselon II yang mengatur pembagian dana bantuan dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM)."Terjadi conflict of interest, karena itu kucuran dana dihentikan," ujarnya.Namun, Menkes masih belum dapat memastikan kapan tepatnya dana itu dapat kembali dicairkan. "Itu sudah diurus," pungkasnya. (ary/sss)


Berita Terkait