Kasim Sempat Menduga Korban Mercy Ingin Beli Batu Nisan
Rabu, 11 Apr 2007 15:58 WIB
Kuningan -
Kasim, pemilik toko batu nisan di Jl. Raya Cirebon-Kuningan, melihat Mercedes Benz E 230 B 678 MW minggir ke pinggir jalan. Dia sempat menduga para penumpang Mercy akan mampir ke tokonya untuk membeli batu nisan. Tapi, Kasim melihat para penumpang Mercy tidak juga turun dari mobilnya. Menurut Kasim, warga Ciharendang, Kabupaten Kuningan, mobil Mercy itu menepi ke pinggir jalan sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (10/4/2007). "Saya kira mereka akan menuju toko saya. Tapi, setelah saya tunggu lama, mereka kok hanya terlihat duduk-duduk saja di dalam mobil," kata Kasim. Hingga Selasa sore, Kasim masih tidak berani mendekati mobil Mercy warna silver itu. Namun, dia bisa melihat bahwa empat orang di dalam mobil itu juga masih dalam posisi sama, duduk di bangkunya masing-masing. Mesin mobil juga masih menyala. Hari berganti, Rabu (11/4/2007) pagi, Kasim melihat mobil Mercy itu masih terparkir di dekat tokonya. Tapi, kali ini, mesin mobil sudah tidak menyala lagi. Mulai saat itulah, Kasim curiga. "Saya dekati mobilnya dan saya lihat dari kaca empat orang itu duduk dengan mulut terbuka ke atas, seperti orang tidur," ujar Kasim. Lantas, Kasim pun melaporkan masalah ini ke polisi. Tak berapa lama kemudian, polisi pun datang. Polisi mencoba membuka pintu, tapi dalam posisi terkunci. Akhirnya, polisi mendobrak kaca mobil bagian belakang. Ternyata empat orang di dalam mobil itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Keempat korban tewas itu terdiri dari tiga ustad, yaitu H Imam Ali, H Salman, dan Ustad Wahab. H Imam Ali, mubalig yang cukup terkenal di Cirebon. Sementara seorang lagi adalah Udin, yang saat itu menyetir mobil. Jenazah keempat korban saat ini diotopsi di RS Gunung Jati, Cirebon.
(asy/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































