Inu Bebas Teror SMS Gara-gara HP Lama Hilang
Rabu, 11 Apr 2007 13:09 WIB
Jakarta - Ketika membongkar tewasnya praja IPDN Wahyu Hidayat tahun 2003 lalu, Inu Kencana Syafei panen teror dari kalangan dalam institusi kampus itu. Kini, saat membongkar kasus Cliff Muntu, dosen IPDN ini bebas teror gara-gara HP lamanya hilang."Waktu Wahyu Hidayat, saya diteror melalui telepon, melalui surat, juga ancaman tidak naik pangkat. Tapi sekarang teror itu tidak ada, karena HP saya hilang. Mau neror pakai apa?" cetus Inu sambil tertawa kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2007).Nomor telepon yang bisa dihubungi wartawan saat ini, kata dia, merupakan nomor barunya, sehingga teror SMS relatif tidak ada."Saya tidak dapat teror kalau dari telepon, fisik juga nggak," aku Inu.Meski begitu, karena statusnya kini sebagai saksi, dia dikawal aparat kepolisian. Dalam kondisi kritis seperti saat ini, dia selalu dijaga 4 anggota polisi. Namun dalam kondisi tenang, dia hanya dikawal 2 personel polisi."Saya tidak takut mati, backing saya Allah. Demi Allah saya jujur dan saya benar!" tegas Inu.
(umi/sss)











































