Takut Dibilang Bodoh, Nasabah Tertipu SPI Enggan Diperiksa
Rabu, 11 Apr 2007 12:38 WIB
Jakarta -
Meski ratusan juta rupiah miliknya digelapkan PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI), nasabah menolak diperiksa polisi sebagai saksi korban. Mereka hanya bersedia didata."Mereka kan pasti dari keluarga yang mampu karena bisa mengeluarkan duit sebanyak itu. Mereka takut dibilang bodoh," kata Kepala Satuan Remaja, Anak-anak, dan Wanita AKBP Ahmad Rifai kepada detikcom melalui telepon, Rabu (11/4/2007).Namun demikian, kata Rifai, telah 20 nasabah yang melaporkan, dan uang yang digelapkan SPI berkisar ratusan juta rupiah."Ada sejumlah nasabah SPI yang enggan untuk diperiksa. Mereka hanya minta silakan polisi melakukan pendataan. Tetapi walau bagaimana pun tetap akan kita periksa," ujarnya.Renata Polda Metro Jaya menangkap Dirut SPI Syafri Roring dan Dirut Marketing SPI Sahat M Sianipar yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan uang nasabah bank sebesar Rp 2,1 triliun pada 30 Maret.Syafri Roring sebelumnya melaporkan pemilik perusahaan itu, Leo Patar Sinaga, dan istrinya, Rifa, ke Polda Metro Jaya. Mereka dituding telah membawa kabur uang nasabah PT SPI. Bahkan Leo diduga telah kabur ke luar negeri.
(aan/sss)










































