10 Tahun Merintis Masjid Pertama di Hiroshima Jepang
Rabu, 11 Apr 2007 08:19 WIB
Jakarta - Hiroshima merupakan salah satu perfecture bersejarah di Jepang. Di wilayah yang berlokasi di bagian barat daya Jepang ini, terdapat sekitar 500 umat Islam. Namun, selama ini belum ada satu pun masjid yang berdiri. Sejumlah mahasiswa Indonesia telah merintis pendirian masjid di wilayah ini sejak 10 tahun lalu. Data yang didapatkan detikcom, Rabu (11/4/2007), dari 500 umat Islam di Hiroshima, 200 orang di antaranya merupakan umat muslim Indonesia yang sedang belajar atau bekerja. Sebagian besar umat muslim bermukim di kota Higashi Hiroshima, 35 km ke timur dari Kota Hiroshima. Di kota Higashi inilah, Hiroshima University berlokasi, tempat mahasiswa asal Indonesia melanjutkan program studinya. Karena selama ini belum ada sebuah masjid pun, aktivitas keagamaan umat Islam dilakukan di berbagai tempat dengan berpindah-pindah. Termasuk di antaranya ibadah salat Jumat dan ibadah hari raya. Selama ini, umat muslim melakukan ibadah dengan meminjam salah ruangan di lingkungan Hiroshima University.Keinginan untuk memiliki tempat ibadah dan menyebarluaskan dakwah, mendorong umat muslim di Hiroshima sejak 10 tahun yang lalu merintis pembangunan sebuah masjid. Usaha pembangunan masjid ini secara khusus dikoordinasikan melalui sebuah komite yang beranggotakan perwakilan muslim dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Bangladesh, Arab, Iran, Mesir dan sejumlah negara lainnya.Aktivitas dakwah ini semakin subur dan membuahkan hasil. Bahkan, beberapa orang Jepang tertarik dengan kegiatan ke-Islaman dan akhirnya memutuskan untuk masuk Islam.Juni 2006, melalui perjuangan keras, akhirnya dibeli sebuah lahan seharga sekitar 10 juta Yen yang terletak dua km dari kampus Hiroshima University. Komite masjid dari Indonesia tahun 2006 waktu itu, antara lain terdiri dariKarmaji (Biro Pusat Statistik), Fikri Rumi (Universitas Hasanuddin) dan Taufiq Djatna (Institut Pertanian Bogor).Perjalanan merintis masjid ini masih panjang. Saat ini sedang diupayakan membuat desain masjid dan membangun fisik masjid. Tentu, untuk merealisasikan mimpi sejak 10 tahun ini tidak semudah membalik tangan. Apalagi masjid ini didirikan di tengah kaum muslim yang minoritas. Yang paling keteteran tentu masalah dana. Komite telah berusaha untuk mencarikan dana pembuatan masjid pertama di Hiroshima ini. Berbagai usaha telah dilakukan, antara lain menjual kartu telepon, menjual daging halal dan mengundang donasi dari umat muslim dari berbagai negara. Saat ini, Komite Masjid masih terus berusaha merealisasikan pendirian masjid ini. Dari Indonesia, beberapa mahasiswa yang masih tergabung dalam komite ini antara lain Antrawan Djunaputra (Fakultas Teknik Hiroshima University) dan Arif Wibisono (asal Universitas Gadjah Mada).Kampanye donasi dari luar Hiroshima maupun Jepang juga dilakukan. Saat ini komite Masjid Higashi Hiroshima membutuhkan dana sekitar 3.500.000 Yen (setara US$ 32.010) untuk pembuatan desain Masjid dan 30.000.000 Yen (US$ 274.374) untuk pembangunan fisik masjid. Tertarik untuk menyumbang pendirian masjid yang akan menjadi sejarah di Hiroshima? Anda dapat menyampaikan donasi Anda melalui: Name : H.H.M.P. (Higashi Hiroshima Masjid Project)Bank : Hiroshima BankBranch : Saijo Minami (207)Account number : 3019565Address : Shitami 4460-1, Saijo-cho, Higashi-Hiroshima city, Japan
(asy/asy)











































