Kecewa Terhadap Dirut, Karyawan Garuda Mengadu ke Menneg BUMN

Kecewa Terhadap Dirut, Karyawan Garuda Mengadu ke Menneg BUMN

- detikNews
Rabu, 11 Apr 2007 07:50 WIB
Jakarta - Gejolak kembali terjadi di tubuh BUMN Tanah Air. Kali ini Maskapai plat merah PT Garuda Indonesia yang digoyang krisis ketidakpercayaan karyawan terhadap jajaran direksinya.Rencananya, siang ini pukul 13.30 WIB, Rabu (11/4/2007) ratusan karyawan PT Garuda Indonesia yang tergabung dalam Serikat Pekerja garuda (Sekarga) akan mengadukan ketidakmampuan pimpinannya dalam mengelola perusahaan kepada Menneg BUMN Sugiharto. Para karyawan yang terdiri dari perwakilan pilot, flight engineer, awak kabin dan ground staff Garuda Indonesia akan mendatangi kantor Kementerian BUMN di Jalan dr Wahidin Raya No.2 Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. "Kami ingin menyampaikan pernyataan sikap kami atas krisis di PT Garuda Indonesia kepada presiden dan Meneg BUMN," ujar humas Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia Tomy Tampatty saat dihubungi detikcom.Tomy mengatakan sedikitnya ada 12 alasan mengapa pihaknya menyatakan sikap untuk menuntut mundur Dirut PT Garuda Emirsyah Satar. Salah satunya adalah ketidakmampuan pimpinan direksi untuk melunasi hutang-hutang Garuda."Bahkan sudah banyak aset-aet Garuda yang dijual. Menurut saya Emir tidak tepat untuk memimpin Garuda," cetus Tomy.Alasan lainnya adalah dugaan pelanggaran hukum dan UU 19/2003 tentang BUMN yang dilakukan Emir. Dugaan pelanggaran undang-undang tersebut terkait pengangkatan jajaran direksi yang tidak seluruhnya diangkat Meneg BUMN. "Menurut UU seluruh jajaran direksi harus diangkat oleh menteri. Tapi tahun lalu Dirut juga mengangkat sebagian," imbuhnya.Krisis di tubuh perusahaan, menurut dia, berawal sejak 2005 lalu. Ketika itu, lanjut Tomy, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Presiden SBY berulang kali yaitu pada bulan Januari 2006, September 2006, dan Ferbuari 2007."Tapi belum ada jawaban dari presiden. Jika kali ini sikap kami tidak juga direspon, kami lebih baik akan adukan saja ke Republik Mimpi," tandasnya. (rmd/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads