Misteri YS dan IS di Garuda
Rabu, 11 Apr 2007 07:51 WIB
Jakarta - Untuk mengetahui tersangka baru kasus Munir, wartawan butuh waktu 5 hari untuk mendesak Kapolri Jenderal Sutanto buka suara. Kapolri pun menyebut dua tersangka baru itu, inisialnya R dan ....YS atau IS?Ya, YS dan IS adalah perdebatan sengit di kalangan pers pada Selasa 10 April kemarin. Hingga larut malam, wartawan saling berargumentasi tentang kebenaran inisial tersebut.Ceritanya, Selasa kemarin sekitar pukul 17.10 WIB, wartawan di Istana 'mengeroyok' Kapolri yang sejak Jumat 13 April lalu didesak untuk menyebutkan nama tersangka baru pembunuhan Munir. Syukurlah Kapolri kali ini tidak berkelit dengan kata 'nanti saja'.Kapolri lantas menyebut R dan -- inilah yang tidak jelas -- IS atau YS. Setelah wawancara dan Kapolri berlalu, wartawan kebingungan. Mereka berdebat, apakah yang lebih tepat dikatakan Kapolri tadi, IS atau YS. Wartawan terbelah. Pada pukul 17.35 WIB, detikcom menurunkan inisial itu dengan YS. 'Pilihan' itu dijatuhkan setelah mendengarkan rekaman berkali-kali dan mengkroscek dengan hasil rekaman dan 'pendengaran' sejumlah wartawan lain yang meyakini pelafalan Kapolri lebih cenderung mengarah ke inisial YS. Selasa sore hingga malam hari, wartawan masih saja berdebat memastikan lafal Kapolri. Hasil rekaman kameraman televisi juga memperdengarkan pelafalan yang tidak jelas.Akhirnya riset dokumentasi dilakukan untuk memastikan inisial yang lebih tepat. Inisial YS alias Yetti Susmiati memang ada, namun kapasitasnya adalah sebagai pramugari. Posisi ini tidak pas dengan kapabilitas tersangka baru tersebut yang berperan 'memalsukan surat tugas untuk mantan tersangka Pollycarpus'. Dokumen tentang pemeriksaan saksi-saksi terkait keluarnya surat tugas Pollycarpus diobok-obok. Akhirnya keluar nama yang lebih tepat, Indra Setiawan (sekarang eks Dirut Garuda), yang kalau disingkat adalah IS. Tahun lalu, saat kasus Munir sedang gencar-gencarnya, Indra Setiawan bersama Ramelgia Anwar (sekarang mantan Vice Corporate Security PT Garuda) pernah diperiksa polisi sebagai saksi. Keduanya menandatangani surat tugas yang memerintahkan Pollycarpus ikut penerbangan Garuda 974 ke Amsterdam, di mana Munir berada di dalamnya. Riset dokumentasi sudah menunjukkan hasil positif. Konfirmasi pun dilakukan ke kalangan Mabes Polri. Sumber-sumber terpercaya yang menolak disebutkan namanya mengganggukkan kepala. Akhirnya, detikcom pun melakukan updating dengan mengganti inisial YS menjadi IS.Tak lama setelah itu, berhembus kabar bahwa polisi hendak mencokok Indra Setiawan di rumahnya pada malam itu juga, khawatir tersangka kabur karena namanya telah dirilis. Wartawan -- termasuk detikcom -- pun meluncur ke rumah Indra Setiawan di Taman Meruya Ilir H 7 No 14, Kedoya, Jakarta Barat. Disanggongi mulai 00.30 hingga 03.00 WIB, hasilnya nihil. Itulah sekelumit kisah misteri IY dan IS. Pelafalan yang tidak jelas, apalagi keliru, memang bikin repot.
(nrl/bal)











































