Yunior IPDN Harus Izin Senior Jika akan Bicara

Yunior IPDN Harus Izin Senior Jika akan Bicara

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2007 20:41 WIB
Sumedang - Jika melihat budaya patriarki di lingkungan kampus IPDN, wajar jika birokrasi pemerintahan di Indonesia njelimet. Bayangkan saja, seorang yunior harus meminta izin kepada seniornya jika akan bicara di muka umum. Belum lagi, setiap bertemu senior, para yunior harus mengangkat tangannya untuk memberi hormat."Hubungan kami sehari-hari sangat harmonis. Namun memang ada aturan-aturan yang harus ditaati. Kalau yunior akan bicara di depan umum, ia harus izin dulu pada seniornya. Praktek di masyarakat kan nantinya juga begitu. Kita harus menghormati atasan atau yang lebih senior dari kita," ujar Gubernur Praja IPDN Dino Aries Fahrizal, di Kampus IPDN, Jalan Jatinangor, Selasa (10/4/2007).Penghormatan kepada senior juga diperlihatkan oleh yunior pada saat berpapasan di jalan. Si yunior harus pertama kali yang menyapa dengan melakukan penghormatan seperti hormatnya peserta upacara kepada bendera. "Saya pikir ini budaya baik dan harus tetap dipertahankan," ujar Dino saat ditanyakan mengenai kebiasaan itu.Sedangkan mengenai "gerakan tutup mulut" yang seringkali dipraktekkan para praja saat dimintai keterangan oleh wartawan, Dino menjelaskan hal itu disebabkan mengikuti aturan yang ada. Di dalam kampus sudah ada tingkatan jabatan seperti di pemerintahan. "Dari gubernur hingga lurah. Makanya tidak bisa semua orang berbicara," kilahnya.Sementara itu di tempat terpisah, Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi mengatakan, gerakan tutup mulut di kalangan praja disebabkan budaya lama. Seorang yunior jika berbicara sesuatu, dia takut dikenai sanksi oleh seniornya."Atau dikucilkan oleh kelompoknya. Makanya mereka lebih memilih diam. Jadi gerakan tutup mulut ini ada logikanya," ujar dia. (ern/asy)


Berita Terkait