Cari Biaya Berobat Anak, Adi Terpaksa Curi Sepeda
Selasa, 10 Apr 2007 19:19 WIB
Jakarta - Apapun akan dilakukan untuk anak. Apalagi jika anak tengah sakit. Mencuri pun dianggap sebagai sesuatu yang "halal" untuk menyelamatkan nyawa anak.Inilah yang dialami Adi (23), warga RT 02/05, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara. Ia tidak tega melihat anaknya, Seli (10)yang sudah terbaring sakit selama satu minggu. Dia pun terpaksa mencuri sepeda untuk biaya berobat anaknya."Terpaksa mas, saya nyuri sepeda. Habis gimana lagi. Anak saya sakit panas, nggak sembuh-sembuh," ujar Adi terbata-bata di Mapolsek Koja, Jalan Bhayangkara Nomor 1 Jakarta Utara, Selasa (10/4/2007).Sayang, aksi Adi keburu ketahuan pemilik sepeda, Partono (47) warga Gang F, Rawa Badak Utara. Partono yang tengah duduk santai di ruang tamu, melihat sepeda kesayangannya diambil orang, langsung berteriak maling.Kontan, tetangga yang mendengar langsung menggeruduk Adi dan memberi bogem mentah untuknya. Lantaran Adi bukan pencuri ulung, ia tak bisa berkelit atau melarikan diri. Ia biarkan tubuh dan mukanya dijadikan bulan-bulanan warga."Nggak ada gunanya melawan mas. Jumlahnya puluhan, sangar-sangar lagi. Saya memang salah. Tapi semata-mata untuk ngobatin anak saya yang sakit," sesal Adi sembari mengingat anaknya yang masih terbaring lemah di rumahnya.Kini, ia harus meringkuk di tahanan Mapolsek Koja Jakarta Utara untuk proses hukum lebih lanjut. Ia dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian."Alasan korban mencuri sepeda memang sangat dilematis. Tapi kami bekerja sesuai fakta hukum. Kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian," kata Kapolsek Koja Kompol Yayat Popon.
(Ari/mar)











































