Rak Carrefour Mengubur Mimpi Andrew Bersekolah
Selasa, 10 Apr 2007 16:21 WIB
Jakarta - Andrew Given Suoth memang telah tiada, tapi keinginannya untuk bersekolah tetap membekas di kedua hati orangtuanya. Jika tidak tewas tertimpa rak di Carrefour, Mangga Dua, Jakarta, Andrew akan mulai masuk TK BPK Penabur pada Juli mendatang.Kini keinginannya untuk bersekolah harus terkubur bersama reruntuhan rak pusat belanja asal Prancis itu. Kedua orangtuanya pun harus pasrah, dengan tidak menyaksikan keceriaan anaknya saat berangkat sekolah."Bulan Juli sudah mau masuk TK BPK Penabur. Segala sesuatu sudah kami siapkan, termasuk pembayaran," cerita Deddy Aldrin Edwin Suoth, ayah Andrew di rumahnya di Perumahan Griya Talang Sari No 40, Pasir Laja, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/4/2007).Kepada detikcom, Deddy mengisahkan persiapan sekolah Andrew, termasuk memberikan perlengkapan sekolah untuk anak laki-laki satu-satunya itu. "Tasnya dia bawa terus. Sejak dibeli, tas itu dia bawa ke mana-mana," kenang Deddy.Deddy menambahkan, saking kuat keinginannya untuk sekolah, Andrew terkadang berperilaku seperti layaknya anak yang telah sekolah. "Dia begitu sangat ingin sekolah. Dia pernah bilang, Mama Bos (tante Andrew), saya banyak PR nih," cerita Deddy menirukan ucapan Andrew.Rasa duka pun hingga kini masih menghinggapi keluarga Andrew. Itu terlihat saat kakek Andrew datang dari Samarinda. Kedua orangtua Andrew tak mampu menahan tangis ketika melihat kakek Andrew yang berkata, "Jauh-jauh datang ke sini hanya tinggal papan nama".Deddy pun kehilangan keceriaan Andrew yang biasa ditemuinya setiap hari. "Biasanya ada yang teriak-teriak dan tertawa-tawa," tutur Andrew.Kenangan lain yang tak bisa dilupakan oleh Deddy adalah ketika anaknya bicara dengan menggunakan huruf R. Deddy tahu betul anaknya tidak bisa mengucapkan huruf R. "Saya pernah bilang ke Andrew, kalau nggak bisa ngomong R, nggak bisa masuk TK BPK Penabur," kata Deddy yang mata dan wajahnya terlihat kuyu.
(mar/sss)











































