Peminat IPDN di Bali Tinggi
Selasa, 10 Apr 2007 15:44 WIB
Denpasar - Masyarakat Bali menaruh minat tinggi pada sekolah pencetak aparatur negara Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN). Namun untuk tahun ini, Pemrov Bali terpaksa tidak akan mengirim calon praja ke IPDN. "Kalau ada penerimaan kita lapor kepada gubernur apakah akan diproses lebih lanjut atau tidak. Kalau tidak ada pengumuman dari pusat, kita juga tidak akan mengadakan seleksi," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali Dewa Komang Adhi kepada detikcom di kantornya, jalan Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, Selasa (10/04/2007).Adhi mengatakan, Pemrov Bali akan mengikuti petunjuk dari Depdagri apakah akan membuka atau tidak penerimaan calon praja ke IPDN tahun 2007."Kalau dibuka oleh pusat, kita tetap mengadakan seleksi untuk memberi kesempatan kepada masyarakat. Masyarakatlah yang menilai apakah mau ikut atau tidak. Kalau tidak diberi kesempatan jangan-jangan kita disalahkan," kata Adhi.Adhi mengatakan minat masyarakat Bali mengikuti pendidikan di IPDN sangat tinggi meskipun telah terjadi peristiwa kematian praja akibat kekerasan oleh para seniornya."Para orang tua sudah tahu itu (adanya kekerasan) sehingga mereka menyiapkan fisik anak-anaknya supaya kuat. Mereka yang ikut pendidikan di IPDN adalah anak yang merasa fisiknya kuat, tekad tinggi, dan siap mengikuti disiplin," kata Adhi.Setiap tahun, Bali mengirim rata-rata 20 hingga 30 praja ke IPDN. Pemprov Bali mengirim 20 praja ke IPDN pada tahun 2005 dan sebanyak 30 praja pada tahun 2006 sebanyak 30 praja.Pemrov Bali melakukan seleksi dengan berbagai kegiatan, yaitu latihan fisik, psikologis, kesehatan dan administrasi. "Kita selalu memberikan pembekalan kepada mereka agar disiplin, mengikuti dan patuh kepada aturan," demikian Adhi.
(gds/djo)











































