Alumnus APDN-STPDN Semarang Pesimis Pembenahan IPDN Sukses

Alumnus APDN-STPDN Semarang Pesimis Pembenahan IPDN Sukses

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2007 15:31 WIB
Semarang - Alumnus Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN)-Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Semarang pesimis langkah Presiden SBY memotong satu generasi di IPDN akan berhasil."Selama sistem pengawasan terhadap praja tidak dilakukan, maka IPDN akan tetap seperti itu," kata Koordinator Alumnus APDN-STPDN Semarang, Arif M Edie ketika ditemui di Balaikota Semarang, Jalan Pemuda, Selasa (10/4/2007).Arif yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pemerintahan Umum Pemkot Semarang itu menjelaskan, selama jam-jam sekolah, sesungguhnya praja tak pernah berlaku menyimpang. Mereka selalu bisa mengikuti aturan main.Namun hal itu tidak berlaku di luar jam sekolah. "Biasanya, pengasuh yang mengawasi mereka sedang lengah. Sehingga ada beberapa oknum praja yang melakukan tindak kekerasan atau yang lain," kata Alumnus APDN tahun 1989 itu.Arif mengungkapkan, dari segi kurikulum maupun kegiatan, IPDN tidak bermasalah. Pengetahuan dan latihan fisik yang diberikan sangat bermanfaat kelak saat para alumnus sudah berada di masyarakat."Ketika menjadi pegawai pemerintahan kita kan dituntut bekerja 24 jam. Makanya butuh stamina dan mental yang kuat. Semua itu diperolah dari latihan selama sekolah di APDN, STPDN, IIP, atau IPDN," jelasnya.Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang itu menyebutkan, tidak ada pukul-memukul di IPDN. Kalau ada yang luka atau mati karena dipukul, itu menunjukkan lemahnya pengawasan."Harusnya pukul, tendang, atau tindakan kekerasan lain tidak boleh karena yang berhak menghukum hanya pengasuh dan pengajar," papar Arif dengan didampingi dua alumnus APDN dan STPDN yang bekerja satu kantor dengannya. (try/djo)


Berita Terkait