Pontjo Sutowo Sebut Nama Yusril di Persidangan

Pontjo Sutowo Sebut Nama Yusril di Persidangan

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2007 15:10 WIB
Jakarta - Terdakwa kasus hak guna bangunan (HGB) Hotel Hilton, Direktur PT Indobuild Co Ponjto Sutowo menyebut nama Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dalam persidangan. Pontjo mengaku bertemu dengan Yusril pada awal 2006 lalu terkait kasus yang membelitnya."Saya tanya sama Pak Yusril, ada persoalan apa ini. Beliau (Yusril) bilang ada sesuatu yang lebih ketimbang kepentingan politis. Ada tuduhan Setneg bagi-bagi kavling," kata Pontjo saat memberikan keterangan sebagai terdakwa dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Selasa (10/4/2007).Ditambahkan dia, saat itu Yusril memperkenalkan Pontjo pada seorang koleganya yang bernama Hidayat. "Kata Pak Yusril, dia (Hidayat) bisa bantu-bantu," kata Pontjo tanpa mau menyebut siapa Hidayat itu.Di hadapan majelis hakim yang diketuai Andriani Nurdin, Ponjto mengungkapkan, lahan yang dipergunakan untuk membangun dan mengelola Hotel Hilton memang tidak melalui pembebasan lahan. Namun PT Indobulid Co sudah membayar pada Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) dengan berbagai bentuk dan cara. "Saya memperoleh HGB itu tidak secara cuma-cuma kok," kata Pontjo.Dia memperolehnya dengan mengeluarkan uang US$ 8 juta. Angka ini lebih tinggi dari harga tanah yang diperkirakan oleh JPU yakni US$ 6,5 juta.Keberadaan PT Indobuild Co di Senayan adalah atas permintaan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. "Sejak beroperasinya hotel selama 30 tahun kan terjadi pergantian Mensesneg berkali-kali, tapi tidak ada teguran terkait bangunan ini," ujarnya.Pontjo Sutowo menjadi terdakwa bersama dengan Gubernur Sulawesi Tenggara nonaktif Ali Mazi. Mereka dinilai merugikan keuangan negara atas kepemilikan hak pengelolaan senilai Rp 1,936 triliun. Dasar perhitungannya adalah nilai jual objek pajak (NJOP) tanah sepanjang jalan Jenderal Sudirman dan Gatot Subroto pada tahun 2003. (mar/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads