Gara-gara Peluk Pria Asing, Menteri Pakistan Didesak Mundur
Selasa, 10 Apr 2007 14:55 WIB
Islamabad -
Para ulama garis keras Pakistan mendesak Menteri Pariwisata Nilofar Bakhtiar mundur dari jabatannya. Perempuan itu dianggap melakukan "dosa besar" karena terlihat memeluk seorang pria asing.Sejumlah media Pakistan telah mempublikasikan foto-foto Bakhtiar tengah dibantu oleh seorang instruktur pria saat melakukan terjun payung di Prancis bulan lalu.Terjung payung itu merupakan acara amal untuk menggalang dana bagi para korban gempa bumi di Pakistan. Gambar lainnya memperlihatkan Bakhtiar memeluk instruktur tersebut.Para ulama di masjid garis keras, Masjid Merah, di Islamabad mengeluarkan fatwa terhadap menteri perempuan itu. "Ini tindakan ilegal dan terlarang. Tak diragukan lagi, dia telah melakukan dosa besar," demikian bunyi fatwa tersebut. Dalam fatwanya, para ulama garis keras menuntut pemecatan Bakhtiar. Keluarga wanita itu juga harus menyuruh Bakhtiar meminta maaf supaya dia tidak mengulangi perbuatannya yang tidak Islami itu."Mereka telah menyerukan pemerintah untuk menghukum dan memberhentikan dia dari kabinet," kata wakil pemimpin masjid Abdul Rashid Ghazi kepada kantor berita AFP, Selasa (9/4/2007).Namun Bakhtiar tidak gentar. Menteri itu menyebut fatwa tersebut tidak berdasar. Menurut Bakhtiar, dia melakukan terjun payung tersebut tanpa berlatih lebih dulu sehingga wajar jika dirinya dibantu instruktur Prancis saat melompat. Pelukan itu pun terjadi karena dia merasa sangat bahagia bisa melakukan terjun payung itu.Beberapa waktu lalu, seorang wanita pejabat provinsi tewas ditembak seorang ulama di Kota Gujranwala, Pakistan timur. Gara-garanya, perempuan itu tampil di muka publik tanpa mengenakan kerudung.
(ita/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































