Panglima TNI Keberatan Istilah Militerisasi-Demiliterisasi
Selasa, 10 Apr 2007 14:15 WIB
Jakarta -
Mencuatnya kata militerisasi-demiliterisasi seiring sorotan terhadap kasus IPDN membuat Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto sewot. Djoko keberatan dengan penggunaan istilah tersebut karena seakan-akan menyudutkan lembaga pendidikan militer."Seolah-olah pendidikan militer seperti yang dilakukan mahasiswa IPDN. Itu salah kaprah kalau seperti itu disebut cara-cara militer," kata Djoko sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2007).Sebagai lulusan Akademi Militer (Akmil) yang asli, Djoko menegaskan, cara yang diberlakukan di Akmil maupun Akpol sama sekali tidak seperti tayangan televisi mengenai kekerasan di IPDN akhir-akhir ini. Pembinaan yang dilakukan untuk menanamkan kedisiplinan menggunakan metode yang sangat terstruktur dan terukur."Mendidik untuk patuh, disiplin dan taat nggak harus seperti itu. Ada macam-macamlah. Yang tayang di televisi itu eksesif. Mungkin mereka meniru militer tapi militer tidak seperti itu, tidak ada pemukulan dalam pendidikan militer," tandasnya.
(ken/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
