Stasiun Pengisian Elpiji Didemo Gara-gara Bikin Warga Semaput
Selasa, 10 Apr 2007 14:09 WIB
Medan - Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji di Tanjung Selamat, Medan, didemo puluhan warga. Aksi warga dipicu kebocoran gas pada pukul 09.30 WIB.Gara-gara gas bocor itu, Ny Zuraidah (50) pingsan di rumahnya yang tidak terlalu jauh dari stasiun tersebut.Sementara puluhan warga lainnya diungsikan ke gereja setempat begitu bau gas yang menyengat menyeruak ke pemukiman warga. Aksi digelar di dalam stasiun yang berlokasi di Jalan Bunga Sakura 75 A, Desa Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Medan, Sumut, Selasa (10/4/2007) pukul 11.00 WIB.Stasiun pengisian gas yang sudah beroperasi selama 9 tahun itu milik PT Tri Hatras Nusantara. Dalam aksi demonya, warga meminta PT Tri Hartas menutup stasiunnya. Sebab kebocoran gas ini bukan yang pertama kalinya."Kasus seperti ini sudah sering kali terjadi. Warga banyak yang ketakutan. Anak-anak sering menderita sesak nafas karena bau yang sangat menyengat. Pabrik ini harus dipindah dari pemukiman warga," tegas Jeki (35) di sela aksi demonya.Hingga pukul 13.00 WIB, pihak perusahaan belum merespons aksi mereka.Kepada wartawan, staf umum PT Tri Hatras Darsono menuturkan, tuntutan warga tidak bisa diterima karena sebetulnya masalah seperti ini bisa terjadi pada perusahaan yang bergerak di bidang sejenis, yakni pengisian gas ke tabung elpiji."Tidak ada bahaya kebakaran," tegas Darsono sambil berdemo menyalakan kompor di tengah bau menyengat gas elpiji. Dijelaskan Darsono, gas yang menyebar ke pemukiman warga disebabkan proses pemindahan 9.000 kg gas elpiji dari mobil tangki ke tangki timbun yang berkapasitas 40 ribu kg.Saat itu terjadi kerusakan pada sistem kompresor, sehingga gas sempat tidak bisa masuk ke tangki timbun. Akibatnya gas menyebar ke pemukiman warga.
(umi/nrl)











































