VCD Pelecehan Agama Rambah Probolinggo, MUI Mengecam
Selasa, 10 Apr 2007 11:52 WIB
Probolinggo - Peredaran VCD yang berisi pelecehan terhadap agama merambah Probolinggo, Jawa Timur. VCD yang juga pernah menggegerkan Kota Batu dan Malang itu dinilai bisa menimbulkan ketegangan antar agama. VCD SARA yang berisi kegiatan training doa yang digelar sebuah kelompok bernama Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Wilayah Jatilira itu direkam di sebuah hotel di Kota Batu, 17-21 Desember 2006. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Probolinggo yang mendapatkan keping VCD itu sangat mengutuk pembuat VCD. Sebab isi VCD itu bisa dikhawatirkan menimbulkan persoalan antar agama. Meskipun VCD ini belum jatuh ke tangan masyarakat, namun MUI minta polisi melakukan pencegahan. "Kami minta kepada aparat keamanan untuk segera menghentikan peredaran VCD itu. Dan yang paling prinsip adalah tangkap pelakunya dan hukum," pinta Sekretaris MUI H Yasin saat dihubungi detikcom, Selasa (10/4/2007). Yasin belum menerima langsung adanya VCD di tangan masyarakat. "Tapi siapa yang tahu. Lha VCD itu kan tinggal copynya cepat. Sangat tidak mungkin sudah beredar," tambah dia. Digambarkan dalam VCD berdurasi 1 jam itu, para peserta training doa mengenakan busana muslim, bahkan sebagian mengenakan sorban. Diiringi musik, mereka menyanyikan lagu-lagu nasrani. Dalam rekaman itu juga diperlihatkan seorang pendeta yang sedang membaca doa, sementara peserta training doa lainnya menangis. Ulama dan kiai di Probolinggo, kata H Yasin, meminta kepolisian bergerak cepat. "Saya bilang ke Kapolres kita berlomba dengan waktu, sangat mungkin dimanfaatkan pihak pihak lain. Sangat berbahaya itu. Jangan sampai timbul konflik," kata H Yasin. H Yasin mencontohkan upaya mengadu domba dengan isu agama saat ini mulai terjadi di Jawa Timur. Ia mencontohkan soal warga yang menghadang warga Syiah di Sampang, kemudian di Pasuruan ada isu soal aliran sesat. "Ulama dan polisi harus bahu membahu mengamankan umat," kata dia.
(gik/asy)











































