Air Berbusa Surut, Sumur Warga Rungkut Lor Surabaya Tercemar
Selasa, 10 Apr 2007 11:06 WIB
Surabaya -
Warga Rungkut Lor Surabaya belum bisa bernafas lega. Setelah air hitam berbusa yang membanjiri rumahnya surut, kini mereka dihantui penyakit kulit. Apalagi sumur warga juga tercemar.Pantauan detikcom, Selasa (10/4/2007), air di sebagian sumur milik warga tampak berwarna kehitam-hitaman dan menebarkan bau yang menyengat. Warga menduga perubahan yang terjadi di sumur mereka ini diakibatkan rembesan banjir yang diduga berasal dari limbah perindustrian PT SIER. Kondisi sumur itu membuat warga setempat resah. Mereka memilih membeli air bersih PDAM dari pedagang. Fathonah (47) warga RT VII RI I Kelurahan Rungkut mengaku khawatir diserang penyakit jika nekat menggunakan air sumur."Kita takut memakai air sumur. Takut beracun," kata Fathonah sambil menunjukkan sumur yang berada di belakang rumahnya. Ketika banjir air berbusa nan hitam Senin (9/4/2007) kemarin, Fathonah merasakan gatal di kaki kulitnya dan panas saat memanfaatkan air sumur. Harapan dia, PT SIER memberikan ganti rugi untuk berobat. "Semestinya harus ada itikad dari SIER," kata dia. Hingga sekarang, pihak PT SIER maupun pemerintah tidak memberikan penyuluhan mengenai tercemarnya sumur warga."Seharusnya kan warga diberi obat apa kek supaya sumurnya kembali bisa digunakan. Untung saja saya juga berlangganan PDAM. Tapi kalau begini terus yang habis banyak tagihannya," katanya.Ia mengaku selama ini memanfaatkan air PDAM hanya untuk memasak dan minum. "Kalau mandi, cuci-cuci ya pakai sumur, ngirit," tambahnya.Bagi warga yang tidak berlangganan PDAM, mau tidak mau harus merogoh kocek lebih. Mereka terpaksa harus beli air dengan harga Rp 2.000 per 25/liter.Riyanti (35), warga RT VI RW 15 ini sekarang harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Biasanya ibu beranak dua ini memanfaatkan air sumurnya. "Sekarang saya takut. Airnya hitam begitu," kata dia.Senada dengan Fathonah, ia berharap kepada pemerintah maupun PT SIER untuk segera memberikan bantuan pengobatan gratis dan sosialisasi yang menyatakan air sumur itu layak digunakan atau tidak.
(gik/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































