Agum Memang Lebih Tenar Tapi Publik Memilih Foke

Survei LSI:

Agum Memang Lebih Tenar Tapi Publik Memilih Foke

- detikNews
Selasa, 10 Apr 2007 11:02 WIB
Jakarta - Ketenaran Agum Gumelar bak bintang sinetron. Meski tidak berpeluang menang dan bahkan tidak dicalonkan dalam Pilkada DKI Jakarta, mantan Menhub yang diusung belasan partai gurem ternyata paling dikenal dan disukai oleh publik ketimbang cagub Fauzi Bowo alias Foke.Demikian hasil survei yang disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Syaiful Mujani di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (10/4/2007).Survei ini digelar di 102 kelurahan di Jakarta pada 25 Maret sampai 5 April 2007. Metode survei ramdom sampling dengan 1.012 responden. Sampel memiliki toleransi kesalahan 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.Nama Agum mencuat sebagai cagub yang paling dikenal dan disuka. Mantan Ketua Umum KONI Pusat ini dikenal responden (92%) dan paling suka (54%). Fauzi Bowo menempati posisi kedua dikenal (82%) dan disuka (49%), Adang nongkrong di urutan ketiga dikenal (68%) dan disuka (32%). Sedangkan Sarwono dikenal (66%) dan disuka (37%)."Ini mengindikasikan bahwa kedikenalan dan kesukaan pada Fauzi lebih efektif secara elektoral ketimbang pada Agum. Ini disebabkan kedikenalan dan kesukaan pada Agum bukan dalam konteks calon gubernur dalam pilkada, melainkan dia seorang tokoh publik yang lama terekspos," jelas Syaiful.Meski demikian survei menunjukkan responden lebih memilik Fauzi ketimbang mertua pebulutangkis kelas dunia Taufik Hidayat tersebut. Tercatat responden memilih Fauzi Bowo (34%), Agum Gumelar (20%), dan Adang Daradjatun (19%) menguasai urutan kedua. Sedangkan urutan buncit diduduki Sarwono (10%).Fauzi banyak dipilih dipilih responden karena 50 persen lebih suara telah didapat dari parpol yang mengusungnya.Survei juga menunjukkan cagub yang paling berpeluang menang Fauzi Bowo (48,9%). Sementara cagub kedua yang berpeluang menang Adang (28,4%). Sementara responden yang belum tahu akan memilih atau tidak (22,7%).Partisipasi warga Jakarta dalam pemilihan gubernur mencapai (91%), dan tidak berpartisipasi (6,5 %). Sedangkan tidak tahu akan memilih atau tidak (2,6%).Tingkat keyakinan pilkada akan menghasilkan gubernur yang lebih baik (48%), tidak yakin (44%), dan tidak tahu (8%). (aan/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads