Wapres: Budaya Kekerasan di IPDN Tidak Bisa Diputus

Wapres: Budaya Kekerasan di IPDN Tidak Bisa Diputus

- detikNews
Senin, 09 Apr 2007 23:35 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kematian praja IPDN asal Sulawesi Utara Cliff Muntu, terjadi karena budaya kekerasan yang sudah melembaga di sekolah pencetak aparat birokrasi itu tidak bisa diputus."Sebagai lembaga pendidikan, IPDN netral. Tapi ada budaya yang membedakan antara junior dengan senior. Awalnya itu baik untuk menciptakan disiplin, tapi sekarang sudah berubah," kata Kalla.Hal ini disampaikan Kalla dalam acara Pengkaderan Fungsional Mahasiswa angkatan ke-2 yang diselenggarakan Partai Golkar di Wisma Wiladatika, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Senin (9/4/2007). Menurut Kalla, pemerintah akan mengevaluasi dan mengambil langkah-langkah untuk mengubah budaya kekerasan yang terjadi di IPDN. Meski begitu Kalla menyebutkan, budaya kekerasan tidak hanya terjadi di Kampus IPDN saja. Dia mencontohkan hampir setiap bulan di Jl Diponegoro-tidak jauh dari kediaman dinas Kalla, selalu terjadi tawuran antara mahasiswa dari dua kampus yang berlokasi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat."Di Makassar apalagi, hampir setiap waktu ada perkelahian antar mahasiswa," ujar Kalla menyebut kebiasaan tawuran antar mahasiswa di kampung halamannya. "Ada budaya yang tidak bisa diputus. Dan itu harus dihentikan," tandasnya. (bal/ndr)


Berita Terkait