200 Orang Demo Kantor BRR
Senin, 09 Apr 2007 19:42 WIB
Banda Aceh - Dua ratusan orang yang menamakan diri Forum Komunikasi Antar Barak (Forak) melakukan aksi demo ke kantor BRR NAD-Nias, Senin (9/4/2007). Mereka meminta BRR NAD-Nias, segera menyediakan rumah bagi mereka yang sampai saat ini masih tinggal di sejumlah barak. Aksi ini dimulai dengan long march dari Lapangan Blang Padang, Banda Aceh menuju kantor BRR NAD-Nias di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh. Sesampainya di Kantor BRR, ratusan massa itu melakukan orasi. "Saya tidak menggunakan sepatu dalam aksi ini. Saya merasakan sakit karena kaki yang melepuh. Tapi tidak sesakit saudara-saudara yang masih tinggal di barak," teriak Direktur Forak, Raden Panji Utomo dalam orasinya. Ditambahkan Panji, sebenarnya jumlah massa yang berniat mengikuti aksi sangat besar. Namun mereka urung ikut lantaran mendapat ancaman dari orang-orang BRR NAD-Nias, agar tidak ikut dalam aksi ini. Aksi yang dikawal seratusan polisi ini berjalan dengan damai. Di tengah aksi, massa Forak memberikan kue tart yang terbuat dari kardus kepada BRR. "Kue tart" yang diletakkan di atas keranda itu diberikan sebagai simbol, agar BRR NAD-Nias bangun dari tidur panjang dan mencicipi "kue tart" yang mereka berikan. Ketika memberikannya kepada Direktur Komunikasi BRR NAD-Nias, Rufriadi, massa Porak menyanyikan salawat badar. Direktur Komunikasi BRR, Rufriadi pada wartawan menyebutkan, BRR NAD-Nias saat ini tengah melakukan verifikasi terhadap penerima sejumlah rumah bantuan. "Saat ini kita punya kebijakan, mereka yang masih tinggal di barak umumnya adalah para penyewa yang tidak memiliki rumah dan tanah," tuturnya. Untuk itu, BRR telah menyediakan lahan sekitar 52 hektar di kawasan Labui, Aceh Besar. Di kawasan ini akan dibangun rumah tipe 21. "Selain itu, mereka juga akan direlokasi ke perumahan yang sedang dibangun China Carity dan Budha Tzu Chi di Neuheun yang bertetangga dengan Labui," ungkapnnya sembari menambahkan, di desa ini sedang dibangun 606 unit rumah oleh China Carity Foundation. Hinngga Februari 2007, ada sekitar 14.317 KK yang masih tinggal di barak. Mereka umumnya penyewa - ketika tsunami melanda Aceh - yang tidak memiliki tanah dan rumah.
(mar/mar)











































