ITS: Pemanggilan Tiga Mahasiswa Bukan Karena Lapindo

ITS: Pemanggilan Tiga Mahasiswa Bukan Karena Lapindo

- detikNews
Senin, 09 Apr 2007 18:03 WIB
Jakarta - Rektorat Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya tidak mempermasalahkan demo mahasiswa yang memprotes kerja sama ITS dengan Lapindo Brantas Inc. Tetapi yang dipersoalkan adalah munculnya kalimat yang bernada melecehkan almamater. "Kita tidak ada urusan dengan isu Lapindonya. Silakan mau bicara Lapindo, bicara apa aja silakan. Ini yang saya tekankan sama sekali. Sama sekali bukan Lapindonya," kata Pembantu Rektor III ITS Dr Ir Achmad Jazidie M.Eng kepada wartawan di kampus ITS, Sukolilo, Surabaya, Senin (9/4/2007).Yang dipersoalkan oleh pihak kampus, kata Achmad, adalah kata-kata yang di keluarkan oleh mahasiswa dalam aksi pada tanggal 6 Maret lalu. "Pada saat itu mereka melakukan tindakan-tindakan, umpatan-umpatan yang tidak menghargai, tidak menghormati dosennya dan melecehkan nama baik almamaternya. Bagaimana mereka menyebut ITS anjing dan segala macam," terang dia. Perbuatan mahasiswa itu, kata Achmad, tidak bisa dibiarkan. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa sudah melanggar peraturan tata kehidupan kampus. "Silakan mahasiswa mau demo apa saja, asalkan dalam cara yang baik. Tidak menghina-hina, tidak pakai mengumpat-umpat," kata dia. Sanksi pemanggilan kepada tiga mahasiswa ini dikeluarkan oleh tim yang dibentuk oleh rektorat yaitu Tim Penyelesaian Pelanggaran (TPP). Ia mengatakan, sebenarnya ada lima mahasiswa ITS yang dipanggil. Namun dalam investigasi TPP, dua mahasiswa yang bernama Mario dan Siswo adalah alumni ITS dan sudah diwisuda. Dan tiga mahasiswa lainnya yaitu Yuliani dan Tomy Dwinta Ginting mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Beny Lhawani mahasiswa Teknik Mesin masih aktif. "Ketiganya kita panggil untuk memberi klarifikasi. Kita belum menjatuhkan sanksi," imbuhnya. Sanksi apa yang diberikan? Achmad Jazidie mengatakan bisa saja dicabut haknya sebagai mahasiswa atau mereka hanya terkena sanksi skorsing. "Ini tergantung hasil penyelidikan TPP," tandas dia. (gik/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads