Rektorat 'Tegur' Tiga Mahasiswa ITS Pendemo Soal Lapindo

Rektorat 'Tegur' Tiga Mahasiswa ITS Pendemo Soal Lapindo

- detikNews
Senin, 09 Apr 2007 16:48 WIB
Surabaya - Gara-gara demo mempersoalkan kerja sama dengan Lapindo Brantas Inc, 3 mahasiswa ITS 10 Nopember Surabaya dituduh mencemarkan nama baik kampus. Mahasiswa lainnya membela dengan kembali mendemo rektorat, Senin (9/4/2007).22 Mahasiswa menggelar aksi solidaritas terhadap 3 kawannya dengan menggeruduk rektorat. Kepala mereka dibungkus plastik hitam dan putih. Tapi niat bertemu rektor gagal, karena satuan keamanan kampus menghalaunya. Adu dorong pun terjadi beberapa saat.Ketiga mahasiswa ini diperingatkan rektorat karena demo pada tanggal 6 Maret 2007. Ketiganya memprotes keterlibatan ITS dalam penanganan sosial lumpur Lapindo. Surat panggilan itu dilayangkan 3 April 2007. Surat itu ditandatangani Pembantu Rektor III Achmad Jazidie.Ketiganya adalah Yuliani dan Tomy Dwinya Ginting, mahasiswa Fakultas Teknik Sipil, serta Beny Lahwani, mahasiswa D3 Fakultas Teknik Mesin. Ketiga mahasiswa ini dituduh melakukan pencemaran nama baik kampus, melakukan tindakan kriminal dan melakukan perbuatan tidak terpuji. "Demo kita 6 Maret itu tidak melanggar tata peraturan kehidupan kampus. Kita tidak melakukan pencemaran nama baik kampus. Justru kita ingin mengembalikan nama baik ITS," kata Tomy yang juga kembali ikut unjuk rasa. Menurut dia, saat ini nama ITS sudah tercemar. ITS disebut-sebut sebagai makelar tanah dalam kasus lumpur Lapindo. Tomy menambahkan, lebih baik ITS membentuk tim penyelidikan terhadap isu tersebut daripada membuat tim skorsing untuk mahasiswa."Tim skorsing itu tidak relevan, lebih baik mengusut keterlibatan ITS dalam lumpur Lapindo," jelas dia. (gik/asy)



Berita Terkait