Kapok Kirim Praja ke IPDN, Kalbar Cetak Sendiri
Senin, 09 Apr 2007 15:56 WIB
Jakarta - Pemprov Kalimantan Barat (Kalbar) tidak akan mengirimkan praja ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mulai tahun ini. Provinsi dengan ibukota Pontianak ini pun akan mulai mencetak praja sendiri yang akan bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura."Kita sangat prihatin, karena kejadian ini sudah beberapa kali. Kita tidak ingin mengirimkan orang yang kemudian hanya untuk dipukuli. Kita tidak ingin mencetak preman, tapi pemimpin," kata Asisten Ketataprajaan Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar Ignatius Lyong saat dihubungi detikcom, Senin (9/4/2007).Lyong mengatakan, rencana Kalbar untuk tidak mengirimkan praja ke IPDN akan mulai dilaksanakan pada tahun ini juga. "Pak Wagub sudah menyatakan hal itu. Mulai tahun ini kita tidak akan mengirimkan orang lagi," ujarnya.Namun jika IPDN sudah melakukan perbaikan sehingga tidak ada lagi budaya kekerasan, maka Kalbar akan kembali mengirimkan praja ke IPDN. "Kita akan lihat nanti perkembangannya bagaimana," cetus Lyong.Lyong mengatakan, Pemprov Kalbar sudah sejak dulu berkeinginan untuk mencetak praja sendiri dengan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura. Dengan adanya kasus kematian sejumlah praja IPDN makin membuat Kalbar mempercepat program mencetak praja sendiri. "Izin Dikti sudah kita dikantongi," tegasnya.Keinginan mencetak praja sendiri, kata Lyong, mengingat kebutuhan pamong praja di Kalbar sangat besar, seiring dengan adanya pemekaran wilayah di sejumlah kabupaten. "Kebutuhan kita itu sekitar 2.000 pamong praja, dan saat ini baru sekitar 800 yang dipenuhi," papar Lyong."Saat ini banyak posisi lurah atau camat di Kalbar yang diduduki oleh orang yang tidak mempunyai disiplin ilmu di pemerintahan," tutur Lyong.
(mar/sss)











































