Kisah Makam Yesus Picu Kontroversi (2)

Kisah Makam Yesus Picu Kontroversi (2)

- detikNews
Senin, 09 Apr 2007 13:10 WIB
Jakarta - Sebenarnya, kisah penemuan makam Yesus juga pernah diangkat dalam novel berjudul "The Templar Legacy" karya Steve Berry yang dirilis tahun 2006. Misteri seputar kematian Yesus dalam buku ini dilatarbelakangi dengan sejarah tentang ksatria Templar yang sudah musnah di abad 14.Cerita diawali dengan penyiksaan ketua ksatria Templar, Jaques de Molay, oleh Raja Philips IV. Inilah awal dari runtuhnya kejayaan ksatria Templar. Tapi ternyata, meskipun mereka dianggap sudah tidak ada, masih ada sisa-sisa prajurit yang setia, yang masih bertahan hingga saat ini. Salah satunya berada di Biara de Fointainess, Pyrenees.Cerita kemudian bergulir ke masa tahun 2000-an. Di Kopenhagen, Kanada, Stephanie Nell datang ke sebuah pelelangan buku langka yang dianggap tidak menarik. Tapi ternyata buku itu terjual dengan harga yang sangat tinggi. Hanya dua orang yang memperebutkan buku tersebut. Stephanie tidak mendapatkan buku itu.Tapi, selain Stephanie dan si pembeli buku tersebut, masih ada pihak lain yang tertarik dengan buku itu, yang berusaha mendapatkannya dengan berbagai cara termasuk membunuh. Dialah Raymond De Roquefort, biarawan dengan sepasukan anak buah yang siap mematuhi perintahnya.Berbekal buku catatan almarhum suami Stephanie, mereka berlomba mencari harta dan pengetahuan rahasia itu. Cotton Malone, mantan agen lapangan Departemen Kehakiman, terpaksa meninggalkan kehidupan yang tenang sebagai pedagang buku antik ketika mantan bosnya, Stephanie, dirampok seseorang di Kopenhagen. Melihat mantan bosnya dalam bahaya, Malone tidak tinggal diam. Dan semakin jauh Malone terlibat, semakin dia menyadari bukan hanya nyawa yang menjadi taruhan di sini.Sementara itu, di saat yang sama, di Biara de Fontainnes, sang ketua sedang sekarat, meregang nyawa. Dia meninggalkan pesan-pesan untuk menjaga keutuhan biara dan ordo Templar.Tapi ketika sang ketua tiada, Raymond de Roquefort, salah seorang biarawan segera mempengaruhi biarawan lainnya untuk memilihnya sebagai ketua. de Roquefort berambisi untuk mengembalikan kejayaan ordo Templar.Oleh karena itu, de Roquefort berusaha merebut buku dan jurnal suami Stephanie, Lars Nell, yang meneliti tentang sejarah Templar. de Roquefort berusaha menemukan "rancangan besar" yang masih menjadi misteri itu. Buku yang jadi rebutan itu ternyata berisi tentang misteri harta karun dan pengetahuan rahasia para ksatria Templar.Berbagai misteri pun terungkap. Fakta-fakta sejarah yang selama ini jadi pertanyaan dan menimbulkan banyak perdebatan, pelan-pelan mulai mendapat titik terang, termasuk ditemukannya makam Yesus.Beberapa bagian sejarah dalam buku ini, menurut Steve Berry, memang benar adanya. Meskipun ada bagian yang dikembangkan dan dimodifikasi. Seperti Biara de Fontainness yang merupakan biara rekaan Steve Berry. Yang menarik lagi, adalah tempat-tempat yang dikunjungi Cotton Malone dan teman-temannya. (ita/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads