Timnas Pensiun, Luapan Lumpur Semakin Ganas

Timnas Pensiun, Luapan Lumpur Semakin Ganas

- detikNews
Minggu, 08 Apr 2007 19:53 WIB
Surabaya - Masa kerja Timnas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo telah resmi berakhir. Selama 7 bulan menangani semburan lumpur Sidoarjo, kinerja timnas yang dibentuk melalui Keppres No 13 Tahun 2006 ternyata tidak mampu menghasilkan prestasi yang memuaskan. Semburan lumpur masih belum dapat dimatikan. Luapan lumpur tidak mampu dikendalikan sebaliknya luas wilayah yang ditenggelamkan makin meluas. Dari 400 hektar kini membengkak menjadi 600 hektar.Padahal dengan dibentuknya timnas yang diketuai Basuki Hadimuljono, masyarakat Porong Sidoarjo yang tinggal di sekitar semburan lumpur Lapindo sangat berharap timnas dapat mengatasi semburan lumpur liar ini. Namun harapan itu tinggal harapan.Sejak terbentuk bulan September 2006, timnas memulai kerjanya dengan mencoba menghentikan semburan dengan cara snubbing unit. Namun usaha yang menyedot dana sebesar US 5.313.392 dolar itu gagal.Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan cara penutupan lubang semburan dengan teknik Relief well 1 dan Relief well 2. Proyek yang dikomadani Rudi Rubiandini yang menghabiskan dana sebesar US 55.212.362 dolar itu juga sia-sia.Selain ketiga cara tersebut, timnas juga mengupayakan berbagai cara lainnya seperti membuang lumpur ke Kali Porong melalui spillway hingga mengurangi daya semburan lumpur dengan teknik bola beton (Bolton). Namun semua cara yang telah ditempuh timnas tetap tidak membawa angin segar bagi masyarakat Porong.Membuang lumpur ke Kali Porong melalui spillway yang dibuat dengan dana sebesar hampir Rp 30 miliar sama sekali tidak berfungsi. Karena lumpur yang dialirkan melalui kanal dari pusat semburan hingga spillway tidak dapat berfungsi dengan normal. Bahkan terkesan mandeg.Kondisi lumpur yang mengeras serta pekat mengakibatkan laju lumpurr menjadi tersendat. Dan akibatnya pembuangan lumpur ke kali porong gagal dilakukan.Langkah terakhir yang dilakukan oleh timnas untuk mencoba mengurangi debit lumpur yang terus menerus keluar adalah dengan cara menggunakan teknik Bolton. Namun, Bolton yang dirancang oleh tim ITB dengan anggaran sebesar Rp 3 miliar, sampai saat ini masih belum menujukan hasil yang signifikan. 400 untaian bolton sudah dimasukan ke dalam lubang semburan lumpur, namun lumpur yang menyembur masih belum berkurang juga. Bahkan dari pantauan detikcom dalam beberapa hari ini, semburan lumpur malah semakin liar. Hal itu terbukti dengan jebolnya tanggul di beberapa titik di sekitar pusat semburan. Bahkan akibat jebolnya tanggul di titik 11 yang belum bisa ditutup mengakibatkan lumpur mengalir deras menuju rel dan jalan raya porong.Akibatnya jalur kereta dan jalan raya yang menghubungkan Surabaya menuju Malang, Pasuruan dan Banyuwangi harus ditutup total dan dialihkan melalui jalur Mojokerto. Demikian pula dengan kondisi rel kereta api. Selama empat hari kereta api sempat lumpuh.Meski tugas Timnas sudah berakhir hari ini, namun tim ini masih tetap bekerja kembali selama 2 minggu kedepan untuk mendampingi Badan baru sebagai pengganti Timnas yang telah dibentuk pemerintah untuk menangani lumpur Sidoarjo."Hari ini tugas kita sudah berakhir. Namun selama 2 minggu kedepan timnas akan mendampingi badan baru yang telah dibentuk pemerintah," jelas Jubir Timnas Rudi Novrianto kepada wartawan yang menemui di Desa Siring Porong, Minggu (8/4/2007).Selama 2 minggu itu, program yang akan dikerjakan oleh timnas bersama Badan baru adalah kembali mengoptimalkan pembuangan lumpur ke sungai Kali Porong melalui spillway. Serta pembuatan kanal bawah tanah dari pusat semburan langsung menuju spillway dan langsung dibuang ke laut.Sanggupkah Badan penanggulangan lumpur yang menggantikan timnas mampu menjawab tantangan untuk menghentikan semburan lumpur? (bdh/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads