Pertemuan Tertutup Pansus Lumpur Telan Biaya Rp 117 Juta
Minggu, 08 Apr 2007 19:17 WIB
Jakarta -
Anggota Pansus Lumpur DPRD Jawa Timur membantah telah menghambur-hamburkan dana dengan menggelar pertemuan di Jakarta. Menurut mereka, acara itu dilakukan semata-mata untuk menambah pengetahuan.Demikian disampaikan Sekretaris Pansus Dampak Lumpur DPRD Jawa Timur M Mirdas saat ditemui di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (8/4/2007)."Ini untuk mencerdaskan anggota Pansus. Masak nggak boleh anggota Pansus pinter," kata Mirdas.Mirdas menambahkan, ada 3 alasan mengapa pertemuan ini dilakukan di Jakarta. Pertama karena anggota Pansus diundang oleh penyelenggara yakni LSM Lapesdam Indonesia. Kedua, Pansus Lumpur berharap bisa berdialog langsung dengan DPR dan DPD."Ketiga, kita ingin berpikir jernih dan menghasilkan sesuatu tanpa adanya tekanan-tekanan pihak lain," ungkap Mirdas.Menurut Mirdas, pertemuan tertutup ini membahas 3 persoalan. Pertama tentang akar masalah yang disampaikan oleh ahli geolog Sofyan Hadi. Kedua soal kajian ekonomi yang disajikan oleh ekonom Indra Nur Fauzi. Ketiga kajian politik yang disampaikan oleh I Komang Warsa."Dari pertemuan terbatas kita memperoleh informasi bahwa ini ada kaitannya dengan siklus 500 tahunan. Sumber lumpur tersebut sulit untuk dihentikan," ujar Mirdas.Tidak hanya itu, kebijakan tata ruang di Jawa Timur juga bisa menuai bencana di kemudian hari. Misalnya pembangunan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu)."Lokasi pembangunan Jembatan Suramadu ternyata berada di Selat Madura Purba. Jika tidak hati-hati bisa menimbulkan bencana seperti di Sidoarjo," ujar Mirdas.Bicara soal anggaran, pelaksanaan pertemuan tertutup Pansus Lumpur DPRD Jatim ini ternyata membutuhkan biaya yang tidak kecil. Jumlah uang yang dikeluarkan mencapai Rp 117 juta. Dana ini diambil dari APBD Jatim."Ini bukan seminar tapi diskusi terbatas. Namun dalam anggaran yang diajukan namanya memang disebut seminar. Pesertanya 26 orang, 18 di antaranya anggota pansus dan sisanya tim ahli," ungkap Midas.
(djo/ken)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































