Xanana Serukan Pemilu Presiden Berlangsung Damai Di Timtim
Minggu, 08 Apr 2007 11:37 WIB
Dili - Bentrokan antara pendukung kandidat presiden pada hari terakhir kampanye di Timor Timur memunculkan kekhawatiran pemilu presiden yang akan digelar Senin (9/4/2007) besok akan berlangsung rusuh.Presiden Timtim Xanana Gusmao menyerukan seluruh kandidat dan pendukungnya untuk bisa menciptakan pemilu presiden yang damai. "Jangan mengintimidasi dan jangan menggunakan kekerasan untuk memaksa orang memilih calon tertentu," seru Xanana melalui siaran radio, seperti dikutip AFP, Minggu (8/4/2007)."Atas nama masyarakat, saya meminta kepada seluruh kandidat untuk dapat menerima hasil pemilu nanti dengan jiwa besar," imbuh Xanana.Seruan itu disambut Perdana Menteri (PM) Ramos Horta yang juga menjadi salah satu kandidat presiden. "Ini merupakan momen yang sangat penting. Kita harus mendukung pemimpin yang kita pilih dan membantunya, sehingga dia dapat melaksanakan tugas-tugasnya selama 5 tahun ke depan," kata Horta.Namun seruan Xanana disambut pesimis kandidat lainnya, Fernando "Lasama" de Araujo. Pemimpin Partai Demokrat yang menjadi oposisi pemerintah itu tidak yakin pemilu yang adil akan terjadi di negara bekas koloni Portugis itu."Sangat sulit untuk berharap proses pemilu yang bebas dan adil akan terjadi. Saya berharap polisi PBB dan pasukan internasional dapat bekerja keras menjamin setidaknya pencoblosan besok akan berlangsung damai," ujar Araujo.Pernyataan Araujo seakan mendapat dukungan dari pemimpin kelompok pemberontak yang sedang diburu Mayor Alfredo Reinado. Dia mengatakan Timtim tidak akan pernah maju jika para pemilih tetap mendukung Ramos Horta, Xanana Gusmao dan Partai Fretilin."Jika kalian tetap memilih mereka, krisis akan terus berlanjut. Tapi bagaimanapun kita harus menghormati demokrasi dengan persatuan dan damai," ujar Reinado dalam pernyataan tertulisnya.
(bal/bal)











































