BI Sosialisasi ke Masyarakat Soal Upal Agar Tak Tertipu

BI Sosialisasi ke Masyarakat Soal Upal Agar Tak Tertipu

- detikNews
Minggu, 08 Apr 2007 00:37 WIB
Palembang - Peredaran uang palsu (upal) masih marak terjadi di Indonesia sehingga diperlukan sosialisasi ke masyarakat untuk mencegahnya. "Dengan sosialisasi ini kita harapkan masyarakat tidak mudah tertipu," kata Ketua Tim Humas BI Palembang Beny Wicaksono di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Sabtu (7/04/2007).Untuk mencegah terjadi peredaran upal, lanjut Beny, BI Palembang telah melakukan sosialisasi ke daerah-daerah dengan maksud agar masyarakat dapat membedakan uang asli dan palsu. Sosialisasi dilakukan ke kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Sumsel dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Beny menjelaskan laporan upal di Kantor Bank Indonesia (BI) Palembang hingga Februari 2007 sebanyak 47 lembar atau senilai Rp 2,6 juta. Pada tahun 2006 menerima laporan sebanyak 477 lembar atau dengan total nominal Rp 24,140 juta dan jumlah ini lebih tinggi dibandingkan pada 2005. Pada tahun 2005 upal yang dilaporkan sebanyak 26 lembar dengan total nominal Rp 1,35 juta. Dari laporan yang diterima BI Palembang, jenis uang yang dipalsukan adalah pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Menurut Bany semua laporan penemuan upal tersebut diteruskan kepada pihak berwajib atau polisi. (mly/mly)


Berita Terkait