Kencing Manis, Bocah Jombang Disuntik Insulin Seumur Hidup
Sabtu, 07 Apr 2007 19:16 WIB
Surabaya - Banyak orang mempercayai jika kencing manis atau diabetes mellitus (DM) hanya melanda pada usia lanjut saja. Padahal usia anak-anak sangat berpotensi diserang. Seperti yang dialami oleh Didik Suprayogi (10), putra pasangan Suudin (37) dan Susiani (31) asal Sukosari, Jokoroto, Jombang, Jatim. Didik setiap hari harus menyuntik insulin di lengannya dua kali sehari. Kemungkinan hal itu akan dialami seumur hidupnya. Anak pertama dari dua bersaudara tersebut terdeteksi kencing manis awal April 2006, tepat 1 tahun silam dalam usia 9 tahun. Suudin mengaku heran dengan penyakit yang diderita anaknya. Sebab tidak anggota keluarganya yang memiliki riwayat kencing manis. Namun, tanpa diduga anaknya tiba-tiba memiliki penyakit tersebut. "Saya heran sekali kenapa anak saya kena diabetes, padahal orangtua dan mbah-mbahnya tidak ada yang punya penyakit ini," kata Suudin saat ditemui di ruang tunggu Irna Anak RSU dr Soetomo, Surabaya, Sabtu (7/4/2007). Kepada detikcom, ia baru menyadari penyakit yang diderita Didik setelah ditegur guru. Didik yang duduk di kelas 3 SDN Sukosari ini sering keluar untuk ke kamar kecil. Setiap hari bisa 8 kali. "Gurunya khawatir, makanya saya disuruh memeriksakan Didik ke rumah sakit," jelas dia. Rupanya saat diperiksakan di Puskesmas, dokter menyarankan membawa ke rumah sakit umum. Setelah diperiksakan ke RSU Jombang, Didik mengidap kencing manis tipe I (ketergantungan insulin akibat gangguan pankreas). Sejak diketahui anaknya kena kecing manis, pihak RS merujuk ke RSU dr Soetomo untuk mendapat perawatan intensif. "Di rumah sakit ini, anak saya diajari untuk menyuntik obatnya sendiri ke tubuhnya," kata Suudin. Gara-gara langganan disuntik insulin, Didik pun sekarang sudah pintar menyuntik di bagian lengan tangannya sendiri. Dalam sehari dia mendapat jatah obat insulin 2 kali.Sementara itu dari pantauan detikcom, Didik tergolong anak yang periang, meski tubuhnya semakin kurus hingga 27 kg. Padahal setahun yang lalu berat badannya masih 33 Kg. Ahli anak yang juga anggota Forum Pers RSU dr Soetomo, dr Agus Harianto SpA(K) mengatakan, gejala diabetes tipe I muncul secara tiba-tiba pada saat usia anak-anak. Hal itu karena ada kelainan genetika, sehingga tubuh tidak memproduksi insulin dengan baik. Gejala-gejalanya, lanjut dia, antara lain sering buang air kecil, terus-menerus lapar dan haus, berat badan menurun, dan kelelahan. Selain itu, penglihatan penderita juga kabur, infeksi pada kulit yang berulang, meningkatnya kadar gula dalam darah dan air seni dan cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun. "Pasien yang sudah mengalami kencing manis tipe I harus mendapat suntikan insulin setiap hari, seumur hidup. Jika tidak, maka tubuhnya tidak berdaya dan sakit," tambah Agus.
(gik/asy)











































