Incin Bantai Warga Korea Karena Akan Diperkosa Lagi
Sabtu, 07 Apr 2007 17:58 WIB
Sidoarjo -
Motif pembantaian warga Korea Tji Tjiong Hoo Hong (50) ternyata berlatar dendam. Salah satu pelaku, Incin Hermawati (21), mengaku pernah diperkosa oleh korban. Kepada polisi, Incin mengaku diperkosa korban sekitar 6 bulan lalu. Gara-gara pelecehan seksual itulah, Incin kemudian memutuskan tidak ikut bekerja di bisnis yang dikelola korban. "Incin mengaku pernah diperkosa. Dan dia dendam," kata Kapolsek Taman Sidoarjo kepada detikcom, Sabtu (7/4/2007). Saat itu, lanjut Bambang, Incin menceritakan kejadian pahit itu ke sahabatnya namun tidak dihiraukan. Informasi yang dihimpun, korban sempat pulang ke negara asalnya usai melampiaskan nafsunya. Sementara Incin putus asa dan menahan malu. Karena tidak tahan itulah Incin memutuskan berhenti bekerja, Setelah cukup lama, tiba-tiba saja, kata Bambang, warga Korea ini menelepon Incin dan memintanya datang ke rumahnya di Perumahan Citra Harmoni Blok F-2 No 12 Taman, Sidoarjo, Jumat (6/4/2007). Alasannya, Incin akan diberi pekerjaan lagi. Incin pun memenuhi undangan korban. Dia datang pukul 20.00 WIB. Rupanya, sesampai di rumah mantan bosnya, korban malah mengajaknya tidur dengan imbalan Rp 300 ribu. Incin pun menolak. Korban sempat tersinggung dan terjadilah pertengkaran di antara keduanya. Incin pun disekap di dalam kamar terkunci. Merasa jiwanya terancam, Incin yang membawa handphone menghubungi kekasihnya yang juga mantan sopir korban, Saebani (40). Incin minta dijemput dengan alasan hendak diperkosa. Saebani pun mengajak dua rekannya Abdi Wiyono dan Purwanto. Mereka pun langsung mendatangi rumah korban. Namun upaya Saebani mengajak pulang kekasihnya gagal. Lantaran korban menghalanginya. Suasana sempat tegang. Abdi pun mendorong korban ke tembok dan memukul kepalanya. Namun karena postur tubuh korban cukup kuat, dia pun masih bisa mengambil pisau dan menusukkannya ke perut dan bagian ulu hati korban. Merasa terpojok, korban pun menjerit minta tolong. Dan upaya korban meminta bantuan itu membuat para pelaku panik dan memilih kabur dengan membawa mobil pelaku. Apes bagi pelaku, karena warga segera melapor ke pos satpam untuk segera menutup portal. Akhirnya pelaku pun tertangkap. Petugas pun segera membawa pelaku ke Mapolsek Taman Sidoarjo. "Apa benar pengakuan pelaku, kita akan mengembangkanya lebih lanjut. Bukti-bukti dan saksi akan kita lengkapi," kata Kapolsek.
(gik/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































