81 Pasangan Pengantin Gaek Menikah Massal
Sabtu, 07 Apr 2007 11:00 WIB
Surabaya - E..Mantene Teko E Gelarno Kloso...... Petikan tembang dolanan ini mengiringi becak yang ditumpangi 81 pasangan pengantin yang menikah massal di Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Sabtu (7/4/2007). Semua pasangan pengantin tersebut sebenarnya sudah menikah cukup lama, namun hanya nikah siri. Suasana pernikahan massal yang digelar oleh Kecamatan Kenjeran dan GP Ansor serta dihadiri Walikota Surabaya Bambang DH ini cukup meriah. Selain diiringi kesenian hadrah, pasangan pengantin yang sebagian besar membawa anak-anak ini berdandan dan bermake-up cukup tebal. Mereka malu-malu ketika kembali harus menghadapi empat penghulu yang disediakan panitia. "Walah...saya teringat masa muda saya rek. Rasanya kayak pengantin vbaru lagi," kata Nikmah yang sebecak dengan suaminya, Hasan. Nikmah yang sebenarnya telah menikah 10 tahun lalu ini terpaksa ikut nikah massal lagi karena memerlukan surat nikah resmi. "Dulu saya nikah siri, hanya disaksikan keluarga saja," kata Nikmah yang kini sudah memiliki 1 anak. Di antara pengantin 'gaek', ada pasangan yang paling menghebohkan. Yaitu pasangan Drs Makin (63) dan Suhartinik (54). Pasangan lansia yang sudah memiliki dua cucu ini termasuk pengantin yang paling gres. Sebab sebelumnya keduanya duda dan janda. Mereka memutuskan menikah 4 bulan lalu. Pasangan dari Kedinding Tengah ini memutuskan menikah ini karena ingin bahagian di hari tua. "Kita sudah tua...ya pasti perlu ada yang meladeni atau ada yang saling memperhatikan," kata Makin yang ditinggal meninggal istrinya 4 bulan lalu. Kemana bulan madunya? "O itu jelas. Kita akan mencari tempat rekreasi saja," kata Makin yang selalu menggandeng istri barunya itu. Ke 81 pasangan yang berasal dari Kelurahan Bulak Banteng, Tambak Wedi, Sidotopo Wetan, Tanah Kali Kedinding ini selain dinikahkan secara gratis juga diberi bingkisan berupa baju muslim.
(gik/asy)











































